Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat harga beras per kg di pasar tradisional Provinsi Banten pada hari terakhir data sebesar 15.400 rupiah. Dalam 3 hari terakhir, harga beras di Banten tetap stabil tanpa perubahan, sama seperti rata-rata 5 hari terakhir yang juga tercatat 15.400 rupiah. Perkembangan data historis menunjukkan bahwa harga beras di Banten mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,35% pada periode ketika harga naik dari 14.900 rupiah ke 15.250 rupiah, sedangkan penurunan terendah turun 2,99% terjadi ketika harga turun dari 16.750 rupiah ke 16.250 rupiah. Untuk hari terakhir, Banten menempati peringkat 1 di pulau Jawa dan peringkat 17 se-Indonesia, menunjukkan posisi harga beras di Banten termasuk yang terendah di pulau Jawa namun berada di peringkat menengah ke bawah se-Indonesia.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium I di Papua Paling Mahal di Indonesia (Kamis, 5 Maret 2026))
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Tenggara menempati peringkat 1 di pulau Sulawesi dan peringkat 14 se-Indonesia untuk harga beras per kg di pasar tradisional pada hari terakhir data, dengan nilai sebesar 15.450 rupiah. Dalam 5 hari terakhir, harga beras di wilayah ini tetap stabil tanpa adanya perubahan, dengan rata-rata 5 hari terakhir dan 3 hari terakhir sama sebesar 15.450 rupiah. Pertumbuhan harga selama periode tersebut juga tetap 0%, menunjukkan kondisi pasar yang tidak mengalami fluktuasi. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, harga beras di Sulawesi Tenggara sedikit lebih tinggi dibandingkan Banten (15.400 rupiah) dan Bali (15.400 rupiah), namun lebih rendah dibandingkan provinsi lain yang tidak termasuk dalam data perbandingan ini. Peringkat 1 di pulau Sulawesi menunjukkan bahwa harga beras di Sulawesi Tenggara adalah yang terendah di pulau tersebut, membuatnya menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen di wilayah tersebut dibandingkan provinsi lain di Sulawesi.
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Kepulauan Riau menempati peringkat 4 di pulau Sumatera dan peringkat 14 se-Indonesia untuk harga beras per kg di pasar tradisional pada hari terakhir data, dengan nilai sebesar 15.450 rupiah. Dalam 5 hari terakhir, harga beras di wilayah ini tidak mengalami perubahan, dengan rata-rata 3 hari terakhir dan 5 hari terakhir sama sebesar 15.450 rupiah, serta pertumbuhan yang tetap 0%. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, harga beras di Kepulauan Riau sama dengan Sulawesi Tenggara, namun lebih tinggi dibandingkan Banten, Bali, dan Jambi. Peringkat 4 di pulau Sumatera menunjukkan bahwa harga beras di Kepulauan Riau termasuk yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar provinsi di pulau tersebut, meskipun tetap berada di peringkat menengah se-Indonesia. Kondisi stabil ini menunjukkan bahwa pasokan beras di Kepulauan Riau cukup terjaga tanpa adanya tekanan yang menyebabkan naik atau turunnya harga dalam periode 5 hari terakhir.
(Baca: Jumlah Kabupaten dan Kota Periode 2013-2024)
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi menempati peringkat 5 di pulau Sumatera dan peringkat 17 se-Indonesia untuk harga beras per kg di pasar tradisional pada hari terakhir data, dengan nilai sebesar 15.400 rupiah. Dalam 5 hari terakhir, harga beras di wilayah ini mengalami sedikit perubahan, dengan rata-rata 3 hari terakhir sebesar 15.400 rupiah dan rata-rata 5 hari terakhir juga sebesar 15.400 rupiah, kecuali pada hari kedua terakhir yang harga turun menjadi 15.300 rupiah sebelum kembali naik ke 15.400 rupiah pada hari terakhir. Pertumbuhan harga selama periode tersebut rata-rata 0%, dengan penurunan kecil sebesar 0,65% pada hari kedua terakhir sebelum kembali stabil. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, harga beras di Jambi sama dengan Banten dan Bali, namun lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau. Peringkat 5 di pulau Sumatera menunjukkan bahwa harga beras di Jambi adalah yang terendah di pulau Sumatera dalam data perbandingan, membuatnya menjadi opsi terjangkau bagi konsumen di wilayah tersebut.
Provinsi Bali
Provinsi Bali menempati peringkat 1 di pulau Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 17 se-Indonesia untuk harga beras per kg di pasar tradisional pada hari terakhir data, dengan nilai sebesar 15.400 rupiah. Dalam 5 hari terakhir, harga beras di wilayah ini tetap stabil tanpa adanya perubahan, dengan rata-rata 3 hari terakhir dan 5 hari terakhir sama sebesar 15.400 rupiah, serta pertumbuhan yang tetap 0%. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, harga beras di Bali sama dengan Banten dan Jambi, namun lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau. Peringkat 1 di pulau Nusa Tenggara dan Bali menunjukkan bahwa harga beras di Bali adalah yang terendah di pulau tersebut, memberikan keuntungan bagi wisatawan dan penduduk lokal karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama. Kondisi stabil ini menunjukkan bahwa pasokan beras di Bali cukup terjaga tanpa adanya gangguan yang mempengaruhi fluktuasi harga dalam periode 5 hari terakhir.
Provinsi Bengkulu
Provinsi Bengkulu menempati peringkat 5 di pulau Sumatera dan peringkat 17 se-Indonesia untuk harga beras per kg di pasar tradisional pada hari terakhir data, dengan nilai sebesar 15.400 rupiah. Dalam 5 hari terakhir, harga beras di wilayah ini tetap stabil tanpa adanya perubahan, dengan rata-rata 3 hari terakhir dan 5 hari terakhir sama sebesar 15.400 rupiah, serta pertumbuhan yang tetap 0%. Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, harga beras di Bengkulu sama dengan Banten, Bali, dan Jambi, namun lebih rendah dibandingkan Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau. Peringkat 5 di pulau Sumatera menunjukkan bahwa harga beras di Bengkulu termasuk yang terendah di pulau tersebut, membuatnya menjadi pilihan yang ekonomis bagi konsumen di wilayah tersebut. Kondisi stabil ini menunjukkan bahwa pemerintah dan pihak terkait telah berhasil menjaga pasokan beras di Bengkulu, sehingga tidak terjadi perubahan harga yang signifikan dalam periode 5 hari terakhir.