GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 16.432 kasus per Rabu, 27 Juli 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih delapan kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 2,53 persen.
(Baca: IMF Pangkas Lagi Proyeksi Ekonomi Indonesia 2022 Jadi 5,3%)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Thailand sebanyak 14.769 kasus.
Berikutnya adalah Malaysia yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 2,08 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Sedangkan untuk data harian, jumlah kasus Omicron di negara ini naik 0,02 persen dibandingkan kemarin.
(Baca: Pertumbuhan Omicron Mingguan, Tertinggi di Negara Republik Dominika (Rabu, 27 Juli 2022))
Kemudian, Singapura dengan jumlah kasus Omicron 9.155 kasus (naik 4,74%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 3,51 persen menjadi 7.664 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 2,94 persen menjadi 2.595 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 4,91 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 4,8 juta kasus.