Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan Provinsi Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2025 sebesar Rp664.456. Selama 15 tahun periode pengamatan sejak 2011, nilai pengeluaran makanan ini menunjukkan tren naik secara konsisten, dengan total peningkatan sebesar 155,32% atau rata-rata tumbuh 6,92% setiap tahunnya. Pada tahun 2025, pengeluaran makanan mengalami kenaikan sebesar Rp27.801 atau tumbuh 4,37% dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi pengeluaran makanan terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 13,42%. Satu-satunya penurunan pernah tercatat pada tahun 2019, dimana nilai pengeluaran turun sebesar 1,52% atau Rp7.531 dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 5,48%, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya mencapai 5,19%.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Sulawesi, Sulawesi Selatan berada di urutan ke-2 pada tahun 2025, membaik satu peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan ke-3. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 32 dari seluruh provinsi di Indonesia, mengalami perbaikan 2 peringkat dari posisi tahun sebelumnya yang berada di urutan 34.
Dibandingkan provinsi lain dalam pulau yang tercatat pada data perbandingan, nilai pengeluaran makanan Sulawesi Selatan tahun 2025 berada di atas Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Pertumbuhan tahunan Sulawesi Selatan sebesar 4,37% berada di bawah pertumbuhan Sulawesi Tenggara yang mencapai 7,76%, namun lebih tinggi dibandingkan Gorontalo yang tumbuh 4,75%.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 9 secara pulau dan peringkat 29 nasional untuk indikator pengeluaran makanan tahun 2025. Nilai pengeluaran per kapita per bulan provinsi ini tercatat sebesar Rp691.256, mengalami penurunan sebesar 2,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menjadi satu-satunya catatan penurunan di seluruh daftar provinsi perbandingan, dengan penurunan nilai sebesar Rp20.254 dari tahun 2024.
Maluku
Provinsi Maluku menempati urutan ke-2 secara pulau dan peringkat 30 nasional pada tahun 2025. Nilai pengeluaran makanan per kapita per bulan disini mencapai Rp679.006, tumbuh sebesar 5,95% atau senilai Rp38.109 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi kedua diantara seluruh provinsi dalam daftar perbandingan tahun berjalan.
Jawa Tengah
(Baca: Inflasi Tahunan Jakarta September 2026 2,68%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Jawa Tengah berada di peringkat 6 secara wilayah pulau dan peringkat 31 tingkat nasional untuk indikator ini pada 2025. Rata-rata pengeluaran makanan warga provinsi ini tercatat Rp667.536 per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 3,12% atau senilai Rp20.225 dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Lampung
Lampung menempati posisi peringkat 10 secara Pulau Sumatera dan peringkat 33 secara nasional tahun 2025. Nilai rata-rata pengeluaran makanan per kapita per bulan provinsi ini mencapai Rp663.740, hanya tumbuh sedikit sebesar 1,04% atau senilai Rp6.803 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan pertumbuhannya yang terendah diantara seluruh wilayah perbandingan.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara berada di urutan ke-3 secara Pulau Sulawesi dan peringkat 34 nasional pada tahun 2025. Nilai pengeluaran makanan per kapita per bulan disini tercatat Rp650.919, tumbuh sebesar 7,76% atau senilai Rp46.872 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam daftar data perbandingan tahun 2025.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati posisi peringkat ke-4 secara wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 35 secara nasional pada tahun 2025. Rata-rata pengeluaran makanan warga provinsi ini tercatat Rp650.308 per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 4,75% atau senilai Rp29.485 dibandingkan periode tahun sebelumnya.