Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Umur Harapan Hidup (AHH) di Provinsi Jambi pada tahun 2024 mencapai 72,04 tahun. Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya (2023) sebesar 0,27 tahun atau tumbuh 0,38%. Jika dibandingkan dengan rata-rata AHH Jambi dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) yaitu 71,68 tahun, AHH tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan.
Apabila ditilik lebih jauh dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020-2024), pertumbuhan AHH di Jambi menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dan 2024, masing-masing sebesar 0,28 tahun dan 0,27 tahun. Secara persentase, pertumbuhan tertinggi juga terjadi pada tahun 2023 dan 2024, keduanya sebesar 0,39% dan 0,38%. Posisi ranking Jambi secara nasional relatif stabil di urutan 10-12 dalam lima tahun terakhir.
Di Pulau Sumatera, Jambi menempati peringkat kedua untuk AHH pada tahun 2024. Nilai AHH Jambi (72,04 tahun) masih berada di bawah Provinsi Riau (72,52 tahun), namun lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Sumatera seperti Lampung (71,5 tahun). Secara nasional, Jambi berada di peringkat 11.
Kenaikan AHH tertinggi di Jambi dalam periode 2010-2024 terjadi pada tahun 2023 dan 2024, dengan peningkatan masing-masing 0,28 tahun dan 0,27 tahun. Sementara kenaikan terendah terjadi pada tahun 2018, yaitu hanya sebesar 0,05 tahun. Tidak terdapat anomali signifikan dalam perkembangan AHH Jambi selama periode ini, meskipun pertumbuhan sempat melambat pada tahun 2018.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa Umur Harapan Hidup di Jambi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan yang stabil dan cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan adanya perbaikan dalam kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara memimpin di Pulau Sulawesi dengan AHH tertinggi, mencapai 72,69 tahun. Pertumbuhan AHH di Sulawesi Utara cukup stabil, dengan peningkatan sebesar 0,29 tahun atau 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Sulawesi Utara menduduki peringkat ke-8. Kualitas kesehatan masyarakat yang baik berkontribusi pada angka harapan hidup yang tinggi di wilayah ini, mengungguli provinsi-provinsi lain di Sulawesi. Investasi dalam infrastruktur kesehatan dan kesadaran akan gaya hidup sehat menjadi faktor pendorong utama.
Riau
Riau menempati posisi teratas di Pulau Sumatera dengan AHH sebesar 72,52 tahun. Pertumbuhan AHH di Riau sebesar 0,28 tahun atau 0,39% menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-9. Program kesehatan yang efektif dan akses yang mudah terhadap layanan medis berperan penting dalam menjaga angka harapan hidup yang tinggi di provinsi ini. Riau terus berupaya meningkatkan infrastruktur kesehatan untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya.
Jawa Timur
Jawa Timur menduduki peringkat ke-5 di Pulau Jawa dengan AHH sebesar 72,35 tahun. Peningkatan AHH di Jawa Timur sebesar 0,24 tahun atau 0,33% mencerminkan kemajuan dalam sektor kesehatan. Secara nasional, Jawa Timur berada di peringkat ke-10. Investasi dalam fasilitas kesehatan modern dan program preventif membantu meningkatkan angka harapan hidup di provinsi ini. Jawa Timur terus berupaya untuk mengurangi disparitas kesehatan dan memastikan akses yang merata bagi seluruh masyarakat.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara memiliki AHH sebesar 71,6 tahun, menduduki peringkat ke-2 di Pulau Sulawesi. Peningkatan AHH sebesar 0,13 tahun atau 0,18% menunjukkan adanya perbaikan dalam layanan kesehatan. Secara nasional, Sulawesi Tenggara berada di peringkat ke-12. Program kesehatan yang difokuskan pada pencegahan penyakit menular dan peningkatan gizi memberikan dampak positif terhadap angka harapan hidup. Sulawesi Tenggara terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif kesehatan.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatat AHH sebesar 71,55 tahun, berada di peringkat ke-3 di Pulau Kalimantan. Pertumbuhan AHH sebesar 0,23 tahun atau 0,32% menunjukkan kemajuan dalam sektor kesehatan. Secara nasional, Kalimantan Barat berada di peringkat ke-13. Program kesehatan yang terintegrasi dan peningkatan akses terhadap layanan medis berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup. Kalimantan Barat terus berupaya meningkatkan infrastruktur kesehatan dan mengurangi angka kematian ibu dan anak.
Lampung
Lampung mencatat AHH sebesar 71,5 tahun, berada di peringkat ke-3 di Pulau Sumatera. Pertumbuhan AHH sebesar 0,25 tahun atau 0,35% menunjukkan kemajuan dalam sektor kesehatan. Secara nasional, Lampung berada di peringkat ke-14. Program kesehatan yang terintegrasi dan peningkatan akses terhadap layanan medis berkontribusi pada peningkatan angka harapan hidup. Lampung terus berupaya meningkatkan infrastruktur kesehatan dan mengurangi angka kematian ibu dan anak.