Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja di Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai 74,25 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, persentase ini fluktuatif. Terjadi kenaikan signifikan pada tahun 2011 sebesar 1,54 persen, diikuti penurunan tajam pada tahun 2012 turun 1,71 persen. Selama lima tahun terakhir, persentase ini cenderung meningkat.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2022-2024) yang sebesar 71,75 persen, capaian tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2021-2025) yang sebesar 71,70 persen, pertumbuhan tahun 2025 juga menunjukkan peningkatan. Kenaikan tertinggi dalam periode 2008-2025 terjadi pada tahun 2011, sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2012.
(Baca: Angka Partisipasi Murni Periode 2013-2024)
Anomali terlihat pada tahun 2012, di mana terjadi penurunan tajam setelah kenaikan signifikan pada tahun sebelumnya. Kondisi ini berbeda dengan tren yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Peringkat Jawa Timur di tingkat pulau mengalami kenaikan menjadi peringkat 1, sementara secara nasional, Jawa Timur berada di peringkat 6.
Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, Jawa Timur mencatatkan persentase angkatan kerja tertinggi pada tahun 2025, yaitu 74.25 persen. Sementara itu, Jawa Tengah memiliki persentase 71,81 persen dan DI Yogyakarta 73,73 persen.
Secara nasional, Jawa Timur menempati peringkat 6 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja yang relatif tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.
Bali
Provinsi Bali menempati posisi teratas di antara provinsi-provinsi di kepulauan Nusa Tenggara dan Bali, dengan mencatatkan nilai persentase angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja sebesar 77.4 persen. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 0.04 persen. Peringkat pertama di pulau ini menunjukkan kinerja yang solid dalam partisipasi angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Perceraian di Sulawesi Utara Periode 2019-2024)
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menduduki peringkat kedua di antara provinsi-provinsi di kepulauan Nusa Tenggara dan Bali. Provinsi ini mencatatkan nilai persentase angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja sebesar 76.5 persen. Meskipun berada di urutan kedua, pertumbuhan yang signifikan sebesar 3.42 persen menunjukkan upaya yang berhasil dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja di wilayah ini.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati urutan ketiga di kepulauan Nusa Tenggara dan Bali dengan persentase 75.81 persen. Meskipun demikian, provinsi ini mengalami penurunan pertumbuhan turun 1.25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja di Nusa Tenggara Timur agar dapat bersaing dengan provinsi-provinsi lain di wilayah ini.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta, berada di urutan kedua di Pulau Jawa dengan nilai persentase angkatan kerja sebesar 73.73 persen. Pertumbuhan 0.75 persen menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini mencerminkan bahwa DI Yogyakarta memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja yang baik dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati posisi ketiga di Pulau Jawa dengan nilai persentase angkatan kerja sebesar 71.81 persen. Pertumbuhan sebesar 0.25 persen menunjukkan bahwa ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan posisi ini, Jawa Tengah perlu terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja agar dapat bersaing dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menduduki peringkat pertama di Pulau Sulawesi dengan nilai persentase angkatan kerja sebesar 71.81 persen. Pertumbuhan sebesar 0.18 persen menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam partisipasi angkatan kerja di wilayah Sulawesi.