Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Sumatera Utara pada kuartal kedua 2025 sebesar 1551.64 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0.08% dibandingkan kuartal pertama 2025. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 (kuartal ketiga 2024 hingga kuartal pertama 2025) adalah sekitar 1439.01 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tersebut. Jika dibandingkan rata-rata lima kuartal terakhir (kuartal pertama 2024 hingga kuartal pertama 2025) sebesar 1382.32 Rp miliar, kondisi kuartal kedua 2025 juga menunjukkan kinerja yang lebih baik.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Minahasa Utara | 2024)
Pertumbuhan tertinggi dalam riwayat data PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Sumatera Utara terjadi pada kuartal ketiga 2013 sebesar 4.6%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada kuartal ketiga 2020 turun 9.55% yang merupakan anomali dengan penurunan signifikan dibandingkan rata-rata tiga kuartal sebelum periode tersebut. Selama lima kuartal terakhir, ranking Sumatera Utara dalam pulau Sumatera tetap berada di posisi pertama, tanpa adanya perubahan peringkat. Di tingkat nasional, Sumatera Utara tetap berada di posisi keempat selama lima kuartal terakhir, di belakang DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Selama lima kuartal terakhir, nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Sumatera Utara menunjukkan tren peningkatan secara bertahap, kecuali pada kuartal kedua 2024 yang mengalami sedikit penurunan turun 0.51% dibandingkan kuartal pertama 2024. Rata-rata pertumbuhan selama lima kuartal terakhir adalah sekitar 1.98%, yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 0.08%. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kuartal terakhir lebih lambat dibandingkan rata-rata lima kuartal sebelumnya.
Dibandingkan dengan provinsi lain dalam data perbandingan, Sumatera Utara memiliki nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan yang lebih rendah dibandingkan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat, namun lebih tinggi dibandingkan Banten. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 Sumatera Utara sebesar 0.08% adalah yang terendah di antara lima provinsi tersebut, sedangkan pertumbuhan tertinggi dimiliki oleh Jawa Timur sebesar 6.46%.
Ranking nasional kuartal kedua 2025 untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan tetap sama dengan kuartal pertama 2025, dengan DKI Jakarta di posisi pertama, Jawa Timur kedua, Jawa Barat ketiga, Sumatera Utara keempat, dan Banten kelima. Di pulau Sumatera, Sumatera Utara tetap memimpin dengan selisih nilai yang cukup besar dibandingkan provinsi lain di pulau tersebut, yang tidak tercantum dalam data perbandingan.
DKI Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat DKI Jakarta berada di peringkat pertama nasional untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan pada kuartal kedua 2025 dengan nilai sebesar 47891.68 Rp miliar, yang jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 1.52% dibandingkan kuartal pertama 2025, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Jawa Timur dan Banten, namun lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat dan Sumatera Utara. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 46653.88 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini menunjukkan peningkatan dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking DKI Jakarta dalam pulau Jawa tetap berada di posisi pertama selama lima kuartal terakhir, tanpa adanya perubahan peringkat. Dibandingkan dengan Jawa Timur yang berada di peringkat kedua, selisih nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan DKI Jakarta adalah sekitar 43660.55 Rp miliar, yang menunjukkan dominasi DKI Jakarta dalam sektor ini di tingkat nasional, karena DKI Jakarta sebagai ibukota negara menjadi pusat aktivitas jasa perusahaan seperti layanan keuangan, perbankan, dan layanan bisnis yang berkembang pesat.
(Baca: Harga Bawang Putih (Per Kg) di Pasar Tradisional di Maluku Utara | 2026)
Jawa Timur
Jawa Timur berada di peringkat kedua nasional untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan pada kuartal kedua 2025 dengan nilai sebesar 4231.13 Rp miliar, yang hanya kalah dari DKI Jakarta namun jauh lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Banten. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 6.46% dibandingkan kuartal pertama 2025 adalah yang tertinggi di antara lima provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam sektor ini. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 3954.51 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking Jawa Timur dalam pulau Jawa berada di posisi kedua selama lima kuartal terakhir, di belakang DKI Jakarta dan di depan Jawa Barat. Dibandingkan dengan Jawa Barat yang berada di peringkat ketiga, selisih nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Jawa Timur adalah sekitar 2297.26 Rp miliar, yang menunjukkan keunggulan Jawa Timur dalam sektor ini dibandingkan provinsi lain di pulau Jawa selain DKI Jakarta, didukung oleh pertumbuhan aktivitas jasa perusahaan di wilayah Surabaya sebagai kota utama yang menjadi pusat perdagangan dan layanan bisnis di wilayah timur Indonesia.
Jawa Barat
Jawa Barat berada di peringkat ketiga nasional untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan pada kuartal kedua 2025 dengan nilai sebesar 1933.87 Rp miliar, yang lebih rendah dibandingkan DKI Jakarta dan Jawa Timur namun lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara dan Banten. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 turun 3.26% dibandingkan kuartal pertama 2025 adalah satu-satunya provinsi dalam data perbandingan yang mengalami penurunan, menunjukkan kinerja yang kurang baik dalam sektor ini pada periode tersebut. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 2162.58 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini lebih rendah dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking Jawa Barat dalam pulau Jawa berada di posisi ketiga selama lima kuartal terakhir, di belakang DKI Jakarta dan Jawa Timur dan di depan Banten. Dibandingkan dengan Sumatera Utara yang berada di peringkat keempat, selisih nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Jawa Barat adalah sekitar 382.23 Rp miliar, yang menunjukkan keunggulan kecil Jawa Barat dibandingkan Sumatera Utara dalam sektor ini, meskipun pada kuartal kedua 2025 mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan aktivitas jasa perusahaan di wilayah Bandung dan sekitarnya akibat penyesuaian kebijakan lokal yang memengaruhi operasional bisnis.
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada di peringkat keempat nasional untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan pada kuartal kedua 2025 dengan nilai sebesar 1551.64 Rp miliar, yang lebih rendah dibandingkan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat namun lebih tinggi dibandingkan Banten. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 0.08% dibandingkan kuartal pertama 2025 adalah yang terendah di antara lima provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan pertumbuhan yang sangat lambat dalam sektor ini pada periode tersebut. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 1439.01 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking Sumatera Utara dalam pulau Sumatera tetap berada di posisi pertama selama lima kuartal terakhir, tanpa adanya perubahan peringkat. Dibandingkan dengan Banten yang berada di peringkat kelima, selisih nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Sumatera Utara adalah sekitar 100.43 Rp miliar, yang menunjukkan keunggulan Sumatera Utara dibandingkan Banten dalam sektor ini, didukung oleh aktivitas jasa perusahaan di wilayah Medan sebagai kota utama yang menjadi pusat perdagangan dan layanan bisnis di pulau Sumatera.
Banten
Banten berada di peringkat kelima nasional untuk PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan pada kuartal kedua 2025 dengan nilai sebesar 1451.21 Rp miliar, yang lebih rendah dibandingkan keempat provinsi lain dalam data perbandingan. Pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 4.88% dibandingkan kuartal pertama 2025 adalah yang kedua tertinggi di antara lima provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan kinerja yang baik dalam sektor ini pada periode tersebut. Rata-rata nilai tiga kuartal terakhir sebelum kuartal kedua 2025 adalah sekitar 1387.48 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking Banten dalam pulau Jawa berada di posisi keempat selama lima kuartal terakhir, di belakang DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Dibandingkan dengan Sumatera Utara yang berada di peringkat keempat, selisih nilai PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Banten adalah sekitar 100.43 Rp miliar, yang menunjukkan kinerja yang sedikit lebih rendah dibandingkan Sumatera Utara dalam sektor ini, meskipun pertumbuhannya cukup tinggi akibat pertumbuhan aktivitas jasa perusahaan di wilayah Tangerang dan Banten Selatan yang menjadi pusat industri dan layanan bisnis yang mendukung aktivitas di DKI Jakarta.