Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang Kalimantan Barat bulan Mei 2026 sebesar 56,26 Persen. Catatan ini berada di atas rata-rata historis selama 15 tahun yang tercatat sebesar 48,85 Persen. Secara bulanan, nilai ini mengalami kenaikan sebesar 2,5 poin persen dibandingkan April 2026. Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir tercatat 0,05 persen, sementara rata-rata 5 bulan terakhir justru menunjukkan kontraksi sebesar 1,28 persen. Artinya performa 3 bulan terakhir berjalan lebih baik dibandingkan periode 5 bulan sebelumnya.
(Baca: Bali Catatkan Volume Ekspor SITC Kode 81 Barang-Barang Saniter, Pemanas Dll Tertinggi)
Sepanjang catatan historis sejak Januari 2011, TPK hotel Kalimantan Barat pernah mencapai titik tertinggi sebesar 63,42 Persen pada Desember 2013. Sebaliknya nilai anjlok ke titik terendah sebesar 12,46 Persen pada Mei 2020. Dari total 185 periode data, tercatat 98 kali terjadi kenaikan nilai, 86 kali penurunan, dan tidak ada periode yang stagnan. Pergerakan nilai menunjukkan fluktuasi dimana perubahan antar bulan dapat berkisar antara penurunan 19,7 poin persen hingga kenaikan 15,4 poin persen.
Pada Mei 2026, Kalimantan Barat menempati peringkat pertama tingkat penghunian hotel di seluruh wilayah Pulau Kalimantan. Secara nasional, provinsi ini menempati urutan ketiga dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai TPK 56,26 Persen ini hanya berada di bawah Bali yang mencatatkan 61,16 Persen dan DI Yogyakarta sebesar 57,06 Persen, serta mengungguli DKI Jakarta dan Jambi. Pertumbuhan bulan ini mencapai 4,65 persen, lebih rendah dibandingkan Bali dan Yogyakarta namun masih mencatatkan angka positif.
Bali
Bali menempati urutan pertama nasional dan teratas di wilayah Nusa Tenggara dan Bali dengan nilai TPK bulan terakhir sebesar 61,16 Persen. Provinsi ini mencatatkan kenaikan sebesar 3,22 poin persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 5,56 persen. Nilai ini menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh provinsi yang tercatat pada periode yang sama, dengan selisih hampir 4 poin persen di atas peringkat kedua. Satu-satunya provinsi yang mampu secara konsisten mempertahankan posisi teratas sepanjang 5 bulan terakhir periode data.
DI Yogyakarta
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 2 di 10 Provinsi Ini Paling Mahal (Jumat, 24 Juli 2026))
DI Yogyakarta berada di peringkat kedua nasional dan teratas di Pulau Jawa dengan catatan TPK sebesar 57,06 Persen. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada periode ini yaitu sebesar 18,31 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 8,83 poin persen dibandingkan bulan sebelumnya. Laju pertumbuhan ini menjadi yang paling tinggi di antara lima provinsi teratas nasional periode Mei 2026, berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan lima bulan sebelumnya sebesar 3 kali lipat.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati urutan ketiga nasional dan peringkat pertama di seluruh wilayah Pulau Kalimantan dengan nilai TPK 56,26 Persen. Pertumbuhan bulan ini mencapai 4,65 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 2,5 poin persen dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ini menempatkan Kalimantan Barat sebagai satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali yang masuk dalam tiga besar tingkat penghunian hotel berbintang nasional pada periode laporan ini.
DKI Jakarta
DKI Jakarta berada di peringkat keempat nasional dengan catatan TPK sebesar 53,85 Persen. Pada periode ini, ibu kota negara justru mencatatkan penurunan nilai sebesar 0,95 poin persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 1,73 persen. Ini menjadi satu-satunya provinsi di lima besar nasional yang mencatatkan pertumbuhan negatif pada periode Mei 2026, turun satu peringkat dari posisi ketiga pada bulan sebelumnya.
Jambi
Jambi menempati urutan kelima nasional dan peringkat pertama di wilayah Pulau Sumatera dengan nilai TPK sebesar 53,04 Persen. Provinsi ini mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 0,38 poin persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan laju pertumbuhan sebesar 0,72 persen. Meskipun berada di urutan terbawah lima besar, Jambi tetap berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dan mempertahankan posisi teratas di wilayah Sumatera selama 3 bulan berturut-turut.