Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Majalengka Capai 4,91% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 14/08/2026 08:53 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencapai 4,91% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,04% dari tahun sebelumnya sebesar 5,95%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,74%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Majalengka lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Majalengka yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,91% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 26 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat, PoU di Kabupaten Majalengka ada di urutan ke-15. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Bekasi (3,64%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Cimahi (6,45%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Bekasi: 3,64%
  2. Kabupaten Purwakarta: 4,07%
  3. Kabupaten Garut: 4,2%
  4. Kota Tasikmalaya: 4,24%
  5. Kota Banjar: 4,24%
  6. Kabupaten Bogor: 4,3%
  7. Kabupaten Sukabumi: 4,3%
  8. Kabupaten Pangandaran: 4,51%
  9. Kabupaten Kuningan: 4,52%
  10. Kabupaten Karawang: 4,68%

(Baca: Jumlah Penduduk di 38 Provinsi Indonesia pada Semester II 2025)

Data Pasar

Macro update by
14 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.868 +0.05
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...