Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kota Bogor, Jawa Barat. Persentase penduduk miskin tercatat 5,89 persen, turun 9,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 6,53 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini sebanyak 67.160 jiwa, berkurang 6.770 jiwa dari periode sebelumnya.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Bogor pernah mencapai nilai tertinggi 9,72 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada 2019 sebesar 5,77 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2020 sebesar 15,77 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2018 sebesar 16,6 persen.
(Baca: 4,95% Penduduk di Kota Payakumbuh Masuk Kategori Miskin)
Saat ini Kota Bogor berada di peringkat 389 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 6,36 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 6,84 persen. Nilai tahun 2025 berada lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut.
Kota Banjar
Berada di peringkat 400 nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,73 persen dengan sedikit penurunan sebesar 2,05 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 10.970 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 451,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bekasi
Peringkat 459 nasional, persentase kemiskinan sebesar 4,36 persen mengalami penurunan 9,17 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 191.000 jiwa dari total 4.378.280 jiwa penduduk. Garis kemiskinan mencapai 698,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 136,70 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bogor
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Sragen Rp.55,52 Juta)
Berada di peringkat 364 nasional, persentase kemiskinan sebesar 6,26 persen turun 11,21 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 401.860 jiwa dari total 6.424.531 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 531,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 58,79 juta rupiah per tahun.
Kota Cimahi
Peringkat 468 nasional, persentase kemiskinan sebesar 4,20 persen mengalami sedikit penurunan sebesar 4,33 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.970 jiwa dari total 617.488 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan mencapai 642,02 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat sebesar 76,99 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukabumi
Berada di peringkat 355 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,41 persen dengan penurunan 6,70 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 164.630 jiwa dari total 2.570.146 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 431,79 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar 33,44 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bandung
Peringkat 380 nasional, persentase kemiskinan sebesar 6,04 persen mengalami sedikit penurunan sebesar 2,42 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 236.060 jiwa dari total 3.906.335 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan mencapai 468,97 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar 47,56 juta rupiah per tahun.