Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perusahaan konstruksi skala kecil di Provinsi Papua pada tahun 2024 sebesar 3184 Perusahaan, mengalami penurunan drastis sebesar 49.58% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 6315 Perusahaan. Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar sekitar 6706 Perusahaan, nilai tahun 2024 turun lebih dari setengahnya. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar sekitar 5910 Perusahaan, kondisi tahun 2024 juga menunjukkan performa yang jauh lebih buruk. Kenaikan tertinggi dalam riwayat data terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 53.93% dari tahun 2020, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024. Ranking Provinsi Papua di pulau Papua tetap berada di posisi 1 setiap tahun, namun ranking nasionalnya turun dari posisi 8 pada tahun 2023 ke posisi 19 pada tahun 2024.
(Baca: Jumlah Perceraian di Papua Barat Periode 2019-2024)
Perkembangan jumlah perusahaan konstruksi skala kecil di Papua dari tahun 2007 hingga 2017 menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan nilai berkisar antara 1465 hingga 4153 Perusahaan. Pada tahun 2018, terjadi kenaikan signifikan ke 4339 Perusahaan, dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada tahun 2021 sebesar 6973 Perusahaan. Setelah itu, nilai mulai menurun sedikit pada tahun 2022 (6832 Perusahaan) dan 2023 (6315 Perusahaan), sebelum mengalami penurunan drastis pada tahun 2024. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya pada 2024 adalah -3131 Perusahaan, yang merupakan selisih terbesar dalam seluruh periode data yang tersedia.
Dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Papua, Provinsi Papua Barat pada tahun terakhir memiliki jumlah perusahaan konstruksi skala kecil sebesar 2559 Perusahaan, yang menempati ranking ke-2 di pulau, di bawah Provinsi Papua. Ranking nasional Provinsi Papua Barat adalah 22, lebih rendah dari ranking Provinsi Papua yang berada di posisi 19. Pertumbuhan Provinsi Papua Barat tahun terakhir adalah -16.32%, yang juga negatif tapi tidak sebesar penurunan yang dialami oleh Provinsi Papua.
Provinsi Lampung
Provinsi Lampung menempati ranking ke-16 secara nasional dan ranking ke-6 di pulau Sumatera untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di Lampung sebesar 3736 Perusahaan, dengan pertumbuhan turun 0.74% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir di Lampung menunjukkan kondisi yang relatif stabil, dengan perubahan yang tidak signifikan setiap tahun. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Lampung lebih tinggi sebesar 552 Perusahaan, namun pertumbuhannya lebih sedikit negatif. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Lampung adalah -28 Perusahaan, yang menunjukkan penurunan kecil dibandingkan fluktuasi yang terjadi di Papua. Kondisi stabil di Lampung ini berbeda dengan fluktuasi besar yang dialami Papua, terutama penurunan drastis pada tahun 2024.
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Selatan berada di ranking ke-17 secara nasional dan ranking ke-3 di pulau Kalimantan untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di daerah ini sebesar 3475 Perusahaan, dengan pertumbuhan turun 1.08% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata lima tahun terakhir di Kalimantan Selatan menunjukkan nilai yang berkisar antara 3198 hingga 3756 Perusahaan, dengan perubahan yang relatif kecil setiap tahun. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Kalimantan Selatan lebih tinggi sebesar 291 Perusahaan, dan pertumbuhannya juga negatif tapi lebih sedikit dibandingkan Papua. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Kalimantan Selatan adalah -38 Perusahaan, yang menunjukkan penurunan kecil dibandingkan penurunan drastis di Papua. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan mengalami stabilitas yang lebih baik dibandingkan Papua dalam jumlah perusahaan konstruksi skala kecil.
Provinsi Sulawesi Tengah
(Baca: Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Tertinggi di Indonesia (2025))
Provinsi Sulawesi Tengah menempati ranking ke-18 secara nasional dan ranking ke-2 di pulau Sulawesi untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di daerah ini sebesar 3342 Perusahaan, dengan pertumbuhan turun 0.98% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata tiga tahun terakhir di Sulawesi Tengah menunjukkan nilai yang berkisar antara 3074 hingga 3505 Perusahaan, dengan perubahan yang tidak signifikan setiap tahun. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Sulawesi Tengah lebih tinggi sebesar 158 Perusahaan, dan pertumbuhannya juga negatif tapi lebih sedikit dibandingkan Papua. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Sulawesi Tengah adalah -33 Perusahaan, yang menunjukkan penurunan kecil dibandingkan penurunan yang terjadi di Papua. Stabilitas yang ada di Sulawesi Tengah tidak ditemukan di Papua, yang mengalami perubahan besar setiap tahun terutama pada periode 2021 hingga 2024.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Tenggara berada di ranking ke-20 secara nasional dan ranking ke-3 di pulau Sulawesi untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di daerah ini sebesar 3023 Perusahaan, dengan pertumbuhan sebesar 1.04% dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan positif di antara provinsi-provinsi yang dibandingkan. Rata-rata lima tahun terakhir di Sulawesi Tenggara menunjukkan nilai yang berkisar antara 2816 hingga 3198 Perusahaan, dengan perubahan yang relatif stabil. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Sulawesi Tenggara lebih rendah sebesar 161 Perusahaan, namun pertumbuhannya positif dibandingkan penurunan drastis di Papua. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Sulawesi Tenggara adalah 31 Perusahaan, yang menunjukkan kenaikan kecil dibandingkan penurunan di Papua. Kondisi positif ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara mengalami perkembangan yang lebih baik dibandingkan Papua pada tahun terakhir.
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi menempati ranking ke-21 secara nasional dan ranking ke-7 di pulau Sumatera untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di daerah ini sebesar 2646 Perusahaan, dengan pertumbuhan sebesar 3.12% dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan pertumbuhan positif kedua di antara provinsi-provinsi yang dibandingkan. Rata-rata tiga tahun terakhir di Jambi menunjukkan nilai yang berkisar antara 2566 hingga 3058 Perusahaan, dengan perubahan yang relatif stabil. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Jambi lebih rendah sebesar 538 Perusahaan, namun pertumbuhannya positif dibandingkan penurunan di Papua. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Jambi adalah 80 Perusahaan, yang menunjukkan kenaikan kecil dibandingkan penurunan drastis di Papua. Pertumbuhan positif di Jambi menunjukkan bahwa daerah ini mengalami perkembangan yang lebih baik dibandingkan Papua pada tahun terakhir, meskipun jumlah perusahaannya lebih rendah.
Provinsi Papua Barat
Provinsi Papua Barat berada di ranking ke-22 secara nasional dan ranking ke-2 di pulau Papua untuk jumlah perusahaan konstruksi skala kecil pada tahun terakhir. Nilai jumlah perusahaan di daerah ini sebesar 2559 Perusahaan, dengan pertumbuhan turun 16.32% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata lima tahun terakhir di Papua Barat menunjukkan nilai yang berkisar antara 2559 hingga 6973 Perusahaan, dengan fluktuasi yang cukup besar, terutama penurunan yang terjadi pada tahun terakhir. Dibandingkan dengan Provinsi Papua, nilai jumlah perusahaan di Papua Barat lebih rendah sebesar 625 Perusahaan, dan pertumbuhannya juga negatif tapi tidak sebesar penurunan di Papua. Selisih nilai dengan tahun sebelumnya di Papua Barat adalah -499 Perusahaan, yang menunjukkan penurunan yang lebih besar dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, tapi lebih kecil dibandingkan penurunan di Provinsi Papua. Fluktuasi di Papua Barat mirip dengan yang terjadi di Papua, namun skala penurunan tidak sebesar yang dialami oleh Provinsi Papua pada tahun 2024.