Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Kabupaten Waropen, Papua periode 2010 sampai 2025 menunjukkan tren naik konsisten sepanjang 16 tahun pengamatan tanpa pernah mengalami penurunan nilai. Pada tahun 2025, nilai indikator ini mencapai 117,3 Rp juta, mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh periode pengamatan selalu mengalami kenaikan nilai, dengan total peningkatan sebesar 177,44 persen sejak tahun 2010.
(Baca: Bulan Juni, Inflasi Sektor Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Kabupaten Deli Serdang 1,84%)
Rata-rata pertumbuhan indikator ini sepanjang seluruh periode sebesar 7,11 persen per tahun. Pertumbuhan 3 tahun terakhir rata-rata hanya 2,27 persen, angka ini secara signifikan lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang mencapai 3,49 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 12,39 persen, sedangkan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2020 yang hanya mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 0,65 persen.
Untuk posisi peringkat di Pulau Papua, Kabupaten Waropen berada di urutan 24 pada tahun 2025. Peringkat ini mengalami perbaikan 2 tingkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan 26. Pada skala nasional, wilayah ini menempati peringkat 487 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, naik 2 tingkat dibanding posisi tahun sebelumnya.
Kabupaten Pakpak Bharat
Kabupaten Pakpak Bharat yang terletak di Pulau Sumatera menempati peringkat 154 untuk tingkat pulau dan 484 nasional pada indikator yang sama. Nilai PDRB sektor perdagangan wilayah ini mencapai 134,57 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,47 persen. Nilai ini lebih tinggi 14,7 persen dibanding nilai Kabupaten Waropen, dengan selisih pertumbuhan mencapai 6,43 poin persen pada tahun terakhir. Peringkat nasional Kabupaten Pakpak Bharat 3 tingkat lebih baik dibanding Kabupaten Waropen.
Kabupaten Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Raya menduduki peringkat 22 di Pulau Papua dan 485 tingkat nasional. Wilayah ini mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 129,66 Rp juta dengan pertumbuhan tahunan 3,08 persen. Peringkat wilayah ini 2 tingkat lebih baik dibanding Kabupaten Waropen di lingkup Pulau Papua, dengan selisih nilai sebesar 12,36 Rp juta. Pertumbuhan tahunan wilayah ini hanya berbeda 0,04 poin persen dibanding capaian Kabupaten Waropen pada tahun yang sama.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Bandung Bulan Juni Naik 0,5%)
Kabupaten Yalimo
Kabupaten Yalimo berada di urutan 23 di Pulau Papua dan peringkat 486 nasional. Nilai indikator PDRB sektor perdagangan di wilayah ini tercatat 122,19 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,11 persen. Pertumbuhan wilayah ini dua kali lipat lebih tinggi dibanding capaian Kabupaten Waropen tahun 2025. Peringkat wilayah ini hanya satu tingkat di atas Kabupaten Waropen pada skala nasional, dengan selisih nilai sebesar 4,89 Rp juta.
Kabupaten Paniai
Kabupaten Paniai menempati peringkat 25 di Pulau Papua dan 488 tingkat nasional. Nilai PDRB sektor perdagangan wilayah ini tercatat 116,43 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan hanya 0,65 persen. Nilai wilayah ini hampir setara dengan Kabupaten Waropen, hanya berbeda 0,87 Rp juta saja. Peringkat nasional Kabupaten Paniai satu tingkat di bawah Kabupaten Waropen, dengan pertumbuhan tahunan yang jauh lebih rendah dibanding capaian Waropen.
Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Dogiyai berada di urutan 26 di Pulau Papua dan peringkat 489 nasional. Nilai indikator ini di wilayah Dogiyai mencapai 115,58 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,56 persen. Peringkat wilayah ini 2 tingkat di bawah Kabupaten Waropen pada skala pulau, dengan selisih nilai sebesar 1,72 Rp juta. Pertumbuhan tahunan Dogiyai berada 0,48 poin persen di bawah capaian pertumbuhan Kabupaten Waropen tahun 2025.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat menduduki peringkat 27 di Pulau Papua dan peringkat 490 tingkat nasional. Nilai PDRB sektor perdagangan wilayah ini tercatat 113,98 Rp juta, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,05 persen. Peringkat wilayah ini merupakan yang terendah dari seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan selisih nilai 3,32 Rp juta di bawah Kabupaten Waropen. Pertumbuhan tahunan Kabupaten Asmat justru 1,01 poin persen lebih tinggi dibanding capaian pertumbuhan Waropen pada tahun 2025.