Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Provinsi Maluku sampai Kuartal II 2025 sebesar 1489,03 Rp miliar. Sepanjang 62 periode triwulanan sejak Maret 2010, nilai sektor ini mencatatkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan 146,46% selama 15 tahun. Nilai tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada Desember 2024 sebesar 1515,32 Rp miliar, sedangkan nilai terendah berada pada periode awal pencatatan yaitu Maret 2010.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA1 Kota Depok 2025)
Pada kuartal terakhir Juni 2025, sektor perdagangan Maluku tumbuh 3,5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir hanya 0,19%, menunjukkan kondisi terbaru jauh lebih baik dibandingkan periode pendek sebelumnya. Sedangkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir mencapai 2,33%, sehingga pertumbuhan kuartal II 2025 masih berada di atas rata-rata jangka menengah wilayah ini.
Selama periode pencatatan, kenaikan persentase tertinggi terjadi pada Juni 2022 dengan pertumbuhan 6,95%, sedangkan penurunan terparah tercatat pada Maret 2020 ketika terjadi kontraksi sebesar 4,87%. Sepanjang 62 triwulan, tercatat 42 kali periode pertumbuhan positif dan hanya 19 kali mengalami penurunan nilai, tanpa ada satu periode pun nilai sektor ini stagnan.
Dalam wilayah Pulau Maluku, Provinsi Maluku menempati urutan kedua untuk nilai sektor perdagangan pada kuartal terakhir, di bawah Maluku Utara. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 31 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, pertumbuhan Maluku sebesar 3,5% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maluku Utara yang hanya mencapai 2,18% pada periode yang sama.
Nilai PDRB sektor perdagangan Maluku saat ini berada di atas rata-rata historis sebesar 1021,29 Rp miliar. Meskipun sempat terjadi penurunan sedikit pada Maret 2025 sebesar 5,06%, pemulihan pada kuartal berikutnya berhasil mengembalikan tren peningkatan yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade di wilayah ini.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan ke 10 secara nasional untuk indikator ini pada kuartal terakhir dengan nilai total 2213,22 Rp miliar, menjadi wilayah dengan nilai tertinggi dibandingkan lima provinsi lain dalam data perbandingan. Wilayah Sumatera ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,88% pada periode terbaru, angka pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan selisih peningkatan nilai mencapai 180,45 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Meskipun berada di pulau Sumatera, nilai sektor perdagangan Bengkulu hampir 1,5 kali lipat dibandingkan nilai yang dicapai Provinsi Maluku pada periode yang sama.
Papua
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Tanah Laut Bulan April Turun 0,12%)
Papua mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 2091,69 Rp miliar pada kuartal terakhir, dan menempati urutan pertama tertinggi di seluruh wilayah Pulau Papua. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Papua justru mengalami penurunan sedikit sebesar 0,74% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penurunan nilai sebesar 15,6 Rp miliar. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 29, hanya satu peringkat di atas Maluku, namun nilai total sektor perdagangan Papua masih sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicatatkan Maluku pada periode yang sama.
Maluku Utara
Maluku Utara sebagai satu-satunya provinsi lain di Pulau Maluku dalam data perbandingan, mencatatkan nilai sektor perdagangan sebesar 1640,35 Rp miliar pada kuartal terakhir. Wilayah ini menempati urutan pertama tertinggi di seluruh Pulau Maluku, mengungguli Provinsi Maluku. Pertumbuhan yang dicapai Maluku Utara sebesar 2,18% dengan peningkatan nilai 34,94 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 30, satu peringkat lebih baik dibandingkan Maluku, dengan selisih nilai sekitar 10,1% lebih tinggi dibandingkan nilai Maluku pada periode terbaru.
Gorontalo
Gorontalo mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 1189,92 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati urutan kelima di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1,02% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan peningkatan nilai mencapai 12,05 Rp miliar. Secara nasional Gorontalo berada di peringkat 32, satu peringkat di bawah Maluku, dengan nilai total sektor perdagangan sekitar 20% lebih rendah dibandingkan nilai yang berhasil dicatatkan oleh Provinsi Maluku pada periode yang sama.
Papua Tengah
Papua Tengah mencatatkan nilai sektor perdagangan sebesar 1016,53 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati urutan kedua tertinggi di wilayah Pulau Papua setelah Provinsi Papua. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,14% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan peningkatan nilai mencapai 30,98 Rp miliar. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 33, dua peringkat di bawah Maluku, dengan nilai total sektor perdagangan hampir 32% lebih rendah dibandingkan nilai yang berhasil dicatatkan oleh Provinsi Maluku pada kuartal II tahun 2025.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 961,83 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati urutan keenam di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,02% dibandingkan kuartal sebelumnya, angka pertumbuhan kedua tertinggi setelah Bengkulu diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan peningkatan nilai mencapai 37,14 Rp miliar. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 34, merupakan peringkat terendah diantara seluruh wilayah dalam data perbandingan, dengan nilai total sekitar 35,4% lebih rendah dibandingkan nilai Maluku.