Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional merilis data harian harga beras kualitas medium I di pasar modern DKI Jakarta yang tercatat pada 25 Juni 2026 mencapai 17.000 Rupiah per Kg. Posisi harga hari ini tercatat di bawah rata-rata historis selama 10 tahun sebesar 17.019 Rupiah per Kg, dengan tren keseluruhan periode menurun. Data menunjukkan selama 5 hari terakhir harga beras stagnan tanpa perubahan nilai, dengan rata-rata pertumbuhan 0% baik selama 3 hari maupun 5 hari terakhir.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang di Papua Pegunungan Rp2,8 Miliar)
Sepanjang riwayat data sejak Juli 2016, harga beras di DKI Jakarta pernah mencapai titik tertinggi sebesar 19.850 Rupiah per Kg pada 10 Januari 2018, dan titik terendah sebesar 12.650 Rupiah per Kg pada 23 Juni 2021. Dalam kurun 10 tahun tercatat hanya 32 periode harga mengalami kenaikan, 16 periode mengalami penurunan, dan 2212 periode harga stagnan tidak berubah. Fluktuasi harga beras di wilayah ini sangat rendah, dimana sebagian besar periode harga tidak mengalami perubahan nilai harian.
Pada hari terakhir pencatatan, DKI Jakarta menempati ranking ke-3 di wilayah Pulau Jawa untuk harga beras kualitas medium ini, dan menempati urutan ke-9 secara nasional. Harga beras di DKI Jakarta lebih tinggi dibanding Jawa Tengah yang mencatatkan 16.550 Rupiah per Kg, namun lebih murah dibanding Banten yang mencapai 17.800 Rupiah per Kg. Dibanding seluruh provinsi di Indonesia, harga beras DKI Jakarta termasuk dalam kelompok harga menengah ke atas.
Perbandingan 5 hari terakhir menunjukkan tidak terjadi pergerakan ranking baik di tingkat pulau maupun nasional untuk DKI Jakarta. Selama periode tersebut harga tidak mengalami perubahan nilai, sehingga posisi peringkat tetap konsisten. Tidak terdeteksi anomali pergerakan harga dalam 3 maupun 5 hari terakhir, seluruh periode menunjukkan kondisi stabil tanpa lonjakan maupun penurunan drastis.
Secara umum pergerakan harga beras kualitas medium di pasar modern DKI Jakarta memiliki tingkat stabilitas yang sangat tinggi dibanding wilayah lain. Perubahan harga hanya terjadi dalam frekuensi yang sangat jarang, dengan nilai perubahan yang juga relatif sedikit ketika terjadi penyesuaian. Tren jangka panjang selama 10 tahun tercatat sedikit menurun sebesar 3,95% dari nilai awal periode pencatatan.
Papua Barat
Provinsi Papua Barat menempati ranking ke-2 di wilayah Pulau Papua dan urutan ke-6 nasional pada harga beras kualitas medium I dengan nilai 18.150 Rupiah per Kg. Harga di wilayah ini merupakan salah satu yang tertinggi secara nasional, mencatatkan pertumbuhan 0% selama 3 hari terakhir dan tidak ada perubahan nilai dibanding periode sebelumnya. Dibanding DKI Jakarta, harga beras di Papua Barat lebih mahal sebesar 6,76%. Posisi ranking wilayah ini stabil tidak berubah selama 5 hari terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan harga nol persen dalam periode tersebut.
Banten
(Baca: 0,1% Penduduk di DI Yogyakarta Beragama Budha)
Banten menduduki peringkat teratas nomor 1 di wilayah Pulau Jawa untuk harga beras kualitas medium I dengan nilai 17.800 Rupiah per Kg, menempati urutan ke-7 secara nasional. Harga di provinsi ini lebih mahal 4,7% dibanding DKI Jakarta yang menjadi wilayah tetangga. Selama 5 hari terakhir harga di Banten tidak mengalami perubahan nilai, dengan pertumbuhan 0% baik rata-rata 3 hari maupun 5 hari terakhir. Posisi peringkat ini tetap konsisten dan tidak mengalami pergeseran selama periode pengamatan terakhir.
Maluku
Provinsi Maluku mencatatkan harga beras 17.600 Rupiah per Kg, menempati ranking teratas nomor 1 di wilayah Pulau Maluku dan urutan ke-8 secara nasional. Harga di wilayah ini sedikit lebih mahal sebesar 3,53% dibanding DKI Jakarta. Selama periode pengamatan terakhir harga di Maluku stagnan dengan pertumbuhan 0%, tidak ada perubahan nilai baik selama 3 hari maupun 5 hari terakhir. Posisi peringkat wilayah ini tetap stabil tanpa pergeseran di tingkat regional maupun nasional.
Aceh
Aceh menempati peringkat ke-2 di wilayah Pulau Sumatera dengan harga beras kualitas medium I sebesar 16.950 Rupiah per Kg, berada di urutan ke-10 secara nasional. Harga di provinsi ini sedikit lebih murah 0,29% dibanding DKI Jakarta. Selama 5 hari terakhir tidak tercatat perubahan nilai harga di wilayah ini, dengan rata-rata pertumbuhan 0% dalam periode tersebut. Posisi ranking Aceh tetap konsisten tidak mengalami pergeseran baik di tingkat pulau maupun nasional.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara mencatatkan harga beras 16.850 Rupiah per Kg, menempati ranking ke-2 di wilayah Pulau Kalimantan dan urutan ke-11 secara nasional. Harga di wilayah ini lebih murah sebesar 0,88% dibanding DKI Jakarta. Selama 3 dan 5 hari terakhir harga di Kalimantan Utara stagnan tanpa perubahan nilai, dengan pertumbuhan 0% selama periode tersebut. Posisi peringkat wilayah ini tetap stabil dan tidak mengalami pergeseran selama periode pengamatan terakhir.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat ke-3 di wilayah Pulau Jawa dengan harga beras kualitas medium I sebesar 16.550 Rupiah per Kg, berada di urutan ke-12 secara nasional. Harga di provinsi ini lebih murah sebesar 2,65% dibanding DKI Jakarta. Selama seluruh periode pengamatan terakhir tidak tercatat perubahan nilai harga, dengan rata-rata pertumbuhan 0% baik 3 hari maupun 5 hari terakhir. Posisi ranking Jawa Tengah tetap konsisten tanpa pergeseran, menjadi provinsi dengan harga beras termurah di wilayah Pulau Jawa pada hari pencatatan terakhir.