Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat populasi babi Provinsi Sumatera Barat pada akhir tahun 2025 mencapai 51.567 ekor. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang catatan historis sejak tahun 2000. Sepanjang 26 tahun periode pencatatan, populasi babi di wilayah ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan total peningkatan 8,68% dibandingkan nilai awal tahun 2000. Pada tahun 2025 terjadi penambahan sebesar 4.925 ekor atau tumbuh 10,56% dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Channel yang Paling Banyak Kehilangan Subscriber | 18 Jul 2026)
Sepanjang catatan historis, penurunan populasi terendah tercatat pada tahun 2007 dengan jumlah hanya 12.360 ekor, anjlok 52,23% dari tahun sebelumnya. Sebaliknya kenaikan populasi tertinggi terjadi pada tahun 2010, melonjak 282,69% setelah periode penurunan bertahun-tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 9,39%, namun performa ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 20,12%. Dalam kurun 5 tahun terakhir, posisi ranking Sumatera Barat di pulau Sumatera konsisten berada di urutan 4.
Pada tahun 2025, Sumatera Barat menempati urutan ke 4 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Sumatera, dan berada di peringkat 15 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain dalam pulau yang sama, yaitu Riau yang mencatat populasi 53.267 ekor di tahun 2025, nilai populasi Sumatera Barat masih berada 3,19% lebih rendah. Sementara secara pertumbuhan tahunan, Sumatera Barat mencatatkan 10,56% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Riau yang hanya 6,72% pada periode yang sama.
Populasi babi Sumatera Barat pada tahun 2025 tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pencatatan sebesar 34.174 ekor. Dari 26 tahun data historis, tercatat 15 kali periode mengalami kenaikan populasi dan 10 kali periode mengalami penurunan. Fluktuasi populasi terjadi dengan variasi perubahan yang sangat ekstrem pada periode 2006 hingga 2011, dimana terjadi penurunan drastis diikuti lonjakan populasi tertinggi dalam sejarah pencatatan.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat 12 secara nasional untuk populasi babi tahun 2025, dengan total populasi tercatat 58.392 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,44%, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara wilayah perbandingan. Secara peringkat pulau, Nusa Tenggara Barat berada di urutan 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Nilai populasi ini lebih tinggi 13,23% dibandingkan populasi Sumatera Barat pada tahun yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatat populasi babi tahun 2025 sebesar 57.160 ekor, menempati peringkat 13 secara nasional. Wilayah ini mengalami sedikit penurunan populasi sebesar 5,19% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mencatatkan pertumbuhan negatif. Secara peringkat di wilayah Pulau Sulawesi, Sulawesi Barat berada di urutan ke 4. Nilai populasinya tercatat 10,85% lebih tinggi dibandingkan Sumatera Barat.
Riau
(Baca: Statistik Angka Partisipasi Kasar Periode 2013-2025)
Sebagai satu-satunya provinsi lain dari Pulau Sumatera dalam daftar perbandingan, Riau menempati peringkat 3 di Pulau Sumatera dan 14 secara nasional. Populasi babi Riau tahun 2025 mencapai 53.267 ekor, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,72%. Nilai populasi Riau hanya berbeda 3,3% diatas populasi Sumatera Barat, namun memiliki peringkat 2 tingkat lebih tinggi secara nasional dibandingkan Sumatera Barat.
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati urutan teratas peringkat wilayah Pulau Jawa untuk populasi babi tahun 2025, dengan total populasi tercatat 50.220 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,44%. Secara nasional Jawa Tengah berada di peringkat 16, satu tingkat dibawah peringkat Sumatera Barat. Nilai populasi Jawa Tengah tercatat 2,61% lebih rendah dibandingkan nilai populasi Sumatera Barat pada periode yang sama.
Papua
Papua mencatat populasi babi tahun 2025 sebesar 49.221 ekor, menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Papua dan peringkat 17 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sangat tinggi mencapai 13,69%, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Nilai populasi Papua tercatat 4,55% lebih rendah dibandingkan populasi Sumatera Barat tahun 2025.
Maluku
Maluku menempati urutan teratas peringkat wilayah Pulau Maluku untuk populasi babi tahun 2025, dengan total populasi tercatat 49.026 ekor. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,64%. Secara nasional Maluku berada di peringkat 18, tiga tingkat dibawah peringkat Sumatera Barat. Nilai populasi Maluku tercatat 4,93% lebih rendah dibandingkan nilai populasi Sumatera Barat pada periode pencatatan yang sama.