Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kredit bank umum untuk lapangan usaha konstruksi di Provinsi Maluku per April 2026 mencapai 310,23 Rp miliar. Data historis menunjukkan pada bulan terakhir ini terjadi pertumbuhan sebesar 12,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir mencapai 4,97 persen, angka ini lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 bulan terakhir yang hanya tercatat 3,29 persen. Sepanjang catatan data sejak Maret 2015, nilai kredit konstruksi Maluku pernah mencapai titik tertinggi 542,67 Rp miliar pada Oktober 2023 dan titik terendah 201,05 Rp miliar pada Januari 2016.
(Baca: Nilai Ekspor Logam tidak Mengandung Besi Provinsi Jawa Timur Mei 2026)
Seluruh periode data yang tercatat selama 134 bulan menunjukkan nilai kredit konstruksi Maluku memiliki kecenderungan tren naik secara linear, dengan 73 periode tercatat mengalami kenaikan nilai dan 60 periode mengalami penurunan. Nilai terakhir per April 2026 tercatat berada di bawah rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 370,31 Rp miliar. Fluktuasi nilai kredit di wilayah ini ditandai dengan penurunan drastis yang terjadi sepanjang akhir 2024 hingga pertengahan 2025, sebelum kembali menunjukkan pemulihan pertumbuhan sejak awal tahun 2026.
Untuk peringkat wilayah, Provinsi Maluku menempati urutan pertama teratas untuk nilai kredit konstruksi di seluruh wilayah Pulau Maluku pada periode April 2026. Secara nasional, Maluku menempati peringkat 28 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibanding provinsi lain pada grup nilai serupa, Maluku mencatat pertumbuhan bulan terakhir lebih tinggi dibanding Aceh, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu, namun masih lebih rendah dibanding Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 25 nasional dan peringkat 4 di Pulau Sulawesi untuk nilai kredit konstruksi April 2026, dengan nilai tercatat 526,09 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 0,71 persen dibanding bulan sebelumnya. Nilai kredit konstruksi di provinsi ini hampir 1,7 kali lipat lebih besar dibanding nilai yang tercatat di Maluku pada periode yang sama. Pertumbuhan bulan terakhir Sulawesi Tenggara termasuk paling rendah di antara 6 provinsi pada grup perbandingan, hanya lebih tinggi dibanding Aceh dan Kalimantan Utara yang mengalami penurunan nilai.
Papua Barat
Papua Barat tercatat menempati peringkat 26 nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Papua, dengan nilai kredit konstruksi mencapai 437,66 Rp miliar per April 2026. Provinsi ini mencatat pertumbuhan sebesar 2,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya, angka pertumbuhan ini berada di urutan kedua tertinggi pada grup perbandingan. Nilai kredit di Papua Barat sebesar 41 persen lebih tinggi dibanding nilai yang tercatat di Provinsi Maluku pada periode yang sama. Peringkat wilayah ini stabil tidak mengalami perubahan selama 3 bulan terakhir.
Aceh
(Baca: Harga Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Kota Bukit Tinggi Turun 0,34%)
Aceh menempati peringkat 27 secara nasional dan peringkat 8 di wilayah Pulau Sumatera, dengan nilai kredit konstruksi tercatat 435,40 Rp miliar per April 2026. Pada bulan terakhir, Aceh mengalami penurunan nilai sebesar 2,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadikannya satu dari dua provinsi pada grup perbandingan yang mencatat pertumbuhan negatif. Nilai kredit di Aceh tercatat 40 persen lebih besar dibanding nilai Maluku, namun trend pertumbuhannya menunjukkan arah yang berlawanan dengan pemulihan yang terjadi di Maluku sejak awal tahun 2026.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati peringkat 29 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Kalimantan, dengan nilai kredit konstruksi mencapai 302,90 Rp miliar per April 2026. Nilai ini hampir setara dengan nilai yang tercatat di Maluku, hanya terpaut sekitar 7,33 Rp miliar saja. Provinsi ini mencatat penurunan nilai sedikit sebesar 1,11 persen dibanding bulan sebelumnya. Hingga saat ini posisi peringkat Kalimantan Utara hanya terpaut satu tingkat dibawah peringkat Maluku secara nasional.
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati peringkat 30 secara nasional dan peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera, dengan nilai kredit konstruksi tercatat 209,40 Rp miliar per April 2026. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 1,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai kredit di provinsi ini hanya sekitar 67 persen dari nilai kredit konstruksi yang tercatat di Maluku. Pertumbuhan yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung masih lebih rendah dibanding pertumbuhan yang dicapai Maluku pada bulan yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan paling bawah yaitu peringkat 31 secara nasional dan peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera, dengan nilai kredit konstruksi hanya mencapai 148,50 Rp miliar per April 2026. Meskipun berada di urutan terbawah, provinsi ini justru mencatat pertumbuhan tertinggi pada grup perbandingan yaitu sebesar 3,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai kredit di Bengkulu kurang dari setengah nilai kredit konstruksi yang tercatat di Provinsi Maluku pada periode April 2026.