Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan Provinsi Sulawesi Tengah pada akhir tahun 2025 mencapai 171.326,02 Rp miliar. Selama 16 tahun periode pengamatan sejak 2010, nilai ini terus mengalami kenaikan tanpa pernah terjadi penurunan satu periode pun. Sepanjang riwayat data, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan lonjakan 97,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2023 sebesar 7,35 persen.
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor ini di Sulawesi Tengah tercatat 9,51 persen, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 27,59 persen. Berdasarkan catatan historis, peringkat Sulawesi Tengah di lingkup Pulau Sulawesi berhasil naik dari posisi 3 pada tahun 2014 menjadi peringkat 1 secara berkelanjutan sejak tahun 2021. Pada tingkat nasional, peringkat provinsi ini juga terus membaik dari posisi 25 pada periode awal menjadi peringkat 9 secara tetap sejak tahun 2022.
Nilai PDRB Industri Pengolahan Sulawesi Tengah tahun 2025 berada di atas rata-rata seluruh periode data. Total peningkatan nilai sejak tahun 2010 mencapai 4904,37 persen, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 29,80 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan 10,36 persen atau menambah nilai sebesar 16.084,04 Rp miliar dibandingkan tahun 2024.
Banten
Banten menempati peringkat 6 nasional untuk PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan tahun 2025 dengan nilai akhir mencapai 285.314,72 Rp miliar. Wilayah pulau Jawa ini mencatat pertumbuhan sebesar 7,61 persen pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 20.174,02 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Meski menempati urutan teratas dalam kelompok perbandingan, tingkat pertumbuhan Banten tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan Sulawesi Tengah 3 tahun terakhir.
Sumatera Utara
Sumatera Utara berada di peringkat 7 nasional dengan nilai PDRB Industri Pengolahan tahun 2025 sebesar 227.374,41 Rp miliar. Provinsi yang berada di wilayah Pulau Sumatera ini mencatat pertumbuhan 7,96 persen pada periode terakhir, dengan selisih peningkatan nilai sebesar 16.755,72 Rp miliar dari tahun sebelumnya. Peringkat Sumatera Utara berada satu tingkat di atas Kalimantan Timur dan dua tingkat di atas peringkat Sulawesi Tengah di tingkat nasional.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat 8 nasional dengan nilai akhir PDRB Industri Pengolahan 178.912,37 Rp miliar pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan tertinggi dalam kelompok perbandingan yaitu sebesar 14,09 persen, dengan penambahan nilai sebesar 22.098,2 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Nilai Kalimantan Timur hanya terpaut sekitar 7,5 ribu Rp miliar di atas nilai Sulawesi Tengah pada tahun yang sama.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau menempati peringkat 10 nasional dengan nilai PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan tahun 2025 sebesar 158.685,94 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 9,72 persen pada periode terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 14.056,99 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat Kepulauan Riau berada satu tingkat di bawah Sulawesi Tengah pada daftar peringkat nasional tahun 2025.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 11 nasional dengan nilai PDRB Industri Pengolahan tahun 2025 sebesar 131.323,64 Rp miliar. Wilayah Pulau Sumatera ini mencatat pertumbuhan 8,13 persen pada periode terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 9.868,96 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai sektor ini di Sumatera Selatan tercatat sekitar 39 ribu Rp miliar lebih rendah dibandingkan nilai yang dicapai Sulawesi Tengah pada tahun yang sama.
Lampung
Lampung menempati peringkat 12 nasional dengan nilai akhir PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan tahun 2025 sebesar 100.116,18 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 9,44 persen pada periode terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 8.637,93 Rp miliar dibandingkan tahun 2024. Lampung menjadi provinsi dengan nilai terendah dalam kelompok perbandingan yang tercatat pada data tahun 2025.