Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan di Kalimantan Utara pada tahun 2024 mencapai Rp 84,18 miliar. Data historis menunjukkan pertumbuhan positif selama periode 2013-2024. Nilai tertinggi tercatat pada tahun 2024 dengan Rp 84,18 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan PDRB ini menunjukkan tren positif. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan 13.16%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan 4.31%. Rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6.34%, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama 3 tahun terakhir (2022-2024) yaitu 5.35%. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor ini sedikit melambat dalam beberapa tahun terakhir.
(Baca: NPL Bank Umum bukan Lapangan Usaha bukan Lapangan Usaha Lainnya Periode 2015-2025)
Secara peringkat di pulau Kalimantan, Kalimantan Utara selalu berada di posisi ke-4 selama periode 2013-2024. Ini menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap PDRB di Kalimantan Utara relatif stabil dibandingkan provinsi lain di pulau tersebut. Secara nasional, Kalimantan Utara berada di peringkat ke-17 pada tahun 2024, sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang ada, kenaikan tertinggi PDRB terjadi pada tahun 2015 (13.16%) dan kenaikan terendah terjadi pada tahun 2022 (4.31%). Anomali ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam pertumbuhan sektor ini. Fluktuasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi global dan nasional, serta kebijakan pemerintah di sektor industri pengolahan dan jasa reparasi mesin.
Dibandingkan provinsi lain di Kalimantan pada tahun 2024, Kalimantan Utara berada di peringkat ke-4 dengan nilai Rp 84,18 miliar. Peringkat ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Nilai ini masih di bawah Kalimantan Tengah (Rp 51,67 miliar) yang berada di peringkat ke-5 di pulau Kalimantan.
Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Utara menduduki peringkat ke-14 secara nasional dan peringkat ke-4 di Pulau Sumatera dengan nilai PDRB Rp 121,73 miliar. Terjadi pertumbuhan sebesar 2.56% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir. Nilai PDRB Sumatera Utara pada tahun sebelumnya adalah Rp 118,69 miliar, menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten.
(Baca: Harga Minyak Dunia Naik ke US$ 69,56 per Barel (Jumat, 25 Juli 2025))
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati urutan ke-15 secara nasional dan memimpin di Pulau Sulawesi dengan nilai PDRB mencapai Rp 98,83 miliar. Meskipun demikian, terjadi kontraksi turun 0.92% dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan nilai dua tahun sebelumnya yang sebesar Rp 99,99 miliar, kinerja tahun ini menunjukkan sedikit penurunan. Sulawesi Selatan perlu mengevaluasi sektor ini agar kembali mencatatkan pertumbuhan positif.
Lampung
Lampung menduduki peringkat ke-16 secara nasional, berada di bawah Sumatera Utara dalam lingkup Pulau Sumatera, dengan nilai PDRB sebesar Rp 95,72 miliar. Terjadi pertumbuhan sebesar 3.44% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir. Secara keseluruhan, kinerja Lampung cukup baik.
Nusa Tenggara Barat
Dengan nilai PDRB Rp 59,93 miliar, Nusa Tenggara Barat berada di peringkat ke-18 secara nasional dan menduduki posisi kedua di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 10.27% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan positif yang perlu dipertahankan.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada di peringkat ke-19 secara nasional dan menduduki posisi ketiga di wilayah Nusa Tenggara dan Bali dengan nilai PDRB sebesar Rp 56,2 miliar. Terjadi pertumbuhan sebesar 4.46% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun tidak setinggi Nusa Tenggara Barat, pertumbuhan ini tetap menunjukkan adanya peningkatan yang positif.