Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Provinsi Bali pada tahun 2025 mencapai nilai 72.199,8 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren naik secara umum dengan total peningkatan 302,83% selama 16 tahun. Pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan sebesar 13,05% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 8.333,58 Rp miliar.
(Baca: Desember 2024, Rata - Rata Upah di Sulawesi Barat Rp.17.516 per Jam)
Sepanjang data historis, terjadi anomali penurunan dalam pada tahun 2020 dan 2021 yakni masing-masing -29,84% dan -10,93% yang menjadi satu-satunya periode penurunan selama 16 tahun pengamatan. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan terjadi pada tahun 2014 dengan pertumbuhan 24,87%. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 17,93%, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 12,68% maupun rata-rata keseluruhan periode sebesar 10,75%.
Bali secara konsisten menempati peringkat pertama di wilayah pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk sektor ini selama seluruh periode pengamatan, tanpa ada pergeseran peringkat satu kali pun. Pada tahun 2025, Bali menempati peringkat ke 5 secara nasional, dengan nilai PDRB sektor ini di bawah empat provinsi di pulau Jawa yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pertumbuhan Bali tahun 2025 sebesar 13,05% lebih tinggi dibandingkan seluruh empat provinsi peringkat teratas nasional.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional untuk sektor akomodasi dan makan minum pada tahun 2025 dengan nilai total 208.494,46 Rp miliar. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 9,9% pada tahun terakhir, menjadi pertumbuhan terendah diantara lima provinsi teratas nasional. Meskipun menempati urutan teratas, laju peningkatan nilai sektor ini di Jawa Timur lebih lambat 3,15 poin persen dibandingkan pertumbuhan yang dicatatkan Bali pada periode yang sama. Selisih nilai total antara Jawa Timur dengan Bali mencapai lebih dari 136 ribu Rp miliar pada tahun 2025.
DKI Jakarta
Sebagai peringkat kedua nasional, DKI Jakarta memiliki nilai PDRB sektor akomodasi makan minum sebesar 198.290,57 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat 11,08%, masih berada dibawah laju pertumbuhan Bali. Selisih nilai antara DKI Jakarta dengan Bali mencapai 126 ribu Rp miliar, meskipun pertumbuhan Bali menunjukkan kecenderungan menutup jarak secara bertahap dalam tiga tahun terakhir.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial di Kep. Riau | 2025)
Jawa Barat
Jawa Barat menempati urutan ketiga nasional dengan nilai total 97.413,82 Rp miliar pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 12,41% pada tahun terakhir, yang masih 0,64 poin persen dibawah pertumbuhan Bali. Selisih nilai antara Jawa Barat dengan Bali hanya sekitar 25 ribu Rp miliar, menjadikan kedua wilayah ini memiliki jarak nilai terdekat diantara lima besar nasional untuk sektor ini.
Jawa Tengah
Peringkat keempat nasional ditempati Jawa Tengah dengan nilai PDRB sektor akomodasi dan makan minum sebesar 72.617,6 Rp miliar pada tahun 2025. Nilai ini hanya berselisih sangat sedikit sekitar 417,8 Rp miliar diatas nilai Bali. Pertumbuhan Jawa Tengah tercatat 12,18% pada tahun terakhir, lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan Bali yang mencapai 13,05%.
Bali
Sebagai satu-satunya wilayah di luar pulau Jawa yang masuk lima besar nasional, Bali mencatatkan nilai 72.199,8 Rp miliar pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 13,05% menjadi laju pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi di lima besar nasional. Bali secara konsisten mempertahankan posisi pertama di wilayah Nusa Tenggara dan Bali selama seluruh periode pengamatan, tanpa pernah tergeser dari peringkat teratas wilayahnya satu kali pun.