Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau pada tahun 2025 mencapai 207,23 Rp juta. Selama 16 tahun periode catatan sejak 2010, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan total peningkatan sebesar 114,26% atau rata-rata tumbuh 5,21% setiap tahunnya. Pada tahun 2025, sektor ini tumbuh 3,54% dibanding tahun sebelumnya, mencatatkan nilai tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
(Baca: Volume Ekspor Menurut Kelompok Barang Produk Nabati Riau Tertinggi pada 2025)
Selama periode catatan, hanya terjadi satu kali penurunan nilai yaitu pada tahun 2023 dengan kontraksi sebesar 8,94%. Kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 18,34%. Rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir sebesar 2,24% per tahun, jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode yang mencapai 5,34%. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir bahkan hanya 0,63% yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan sektor ini dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2025, Kabupaten Karimun menempati peringkat 34 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumatera, dan peringkat 198 secara nasional. Dalam 5 tahun terakhir, peringkat wilayah ini di tingkat Sumatera sempat mencapai posisi 24 pada tahun 2022 sebelum kemudian turun dan kembali membaik 4 posisi pada tahun ini dibanding tahun 2024. Secara nilai tahun terakhir, Kabupaten Karimun masih berada di atas nilai rata-rata seluruh periode catatan historisnya.
Kota Tegal
Kota Tegal mencatatkan nilai PDRB sektor jasa kesehatan 213,03 Rp juta pada tahun terakhir, menempati peringkat 195 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,93% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih peningkatan nilai sebesar 6,06 Rp juta. Nilai wilayah ini lebih tinggi dibanding Kabupaten Karimun, dengan peringkat nasional 3 posisi lebih baik. Pertumbuhan wilayah ini juga lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kabupaten Karimun.
Kabupaten Aceh Barat
Kabupaten Aceh Barat tercatat memiliki nilai PDRB sektor jasa kesehatan sebesar 209,9 Rp juta, berada di peringkat 32 di Pulau Sumatera dan 196 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 1,87% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 3,86 Rp juta. Peringkat Sumatera wilayah ini lebih baik 2 posisi dibanding Kabupaten Karimun, meski nilai pertumbuhannya lebih rendah dibanding pertumbuhan Kabupaten Karimun pada tahun 2025.
Kota Prabumulih
(Baca: Jumlah Perceraian Sumatera Selatan 778 Kasus Data per 2024)
Kota Prabumulih mencatatkan nilai PDRB sektor jasa kesehatan 209,83 Rp juta, dengan pertumbuhan 5,79% pada tahun terakhir. Wilayah ini berada di peringkat 33 Pulau Sumatera dan 197 secara nasional. Pertumbuhan wilayah ini merupakan yang tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan, hampir dua kali lipat pertumbuhan Kabupaten Karimun pada tahun yang sama. Peningkatan nilai yang dicapai wilayah ini mencapai 11,49 Rp juta, jauh lebih besar dibanding peningkatan Kabupaten Karimun yang hanya 7,09 Rp juta.
Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten Serdang Bedagai memiliki nilai PDRB sektor jasa kesehatan 206,73 Rp juta, menempati peringkat 35 di Pulau Sumatera dan 199 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 7,50% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 14,42 Rp juta. Peringkat Sumatera wilayah ini satu posisi dibawah Kabupaten Karimun, namun laju pertumbuhan yang dicapai lebih dari dua kali lipat pertumbuhan yang berhasil dicapai Kabupaten Karimun pada tahun 2025.
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat memiliki nilai PDRB sektor jasa kesehatan 205,97 Rp juta, berada di peringkat 28 Pulau Sulawesi dan 200 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 7,75% pada tahun terakhir, menjadikannya wilayah dengan laju pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan. Peningkatan nilai yang dicapai mencapai 14,81 Rp juta, merupakan peningkatan nilai terbesar dibanding seluruh wilayah lain dalam daftar perbandingan tahun ini.
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus mencatatkan nilai PDRB sektor jasa kesehatan 205,09 Rp juta, menempati peringkat 36 di Pulau Sumatera dan 201 secara nasional. Wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan 1,44% pada tahun terakhir, dengan peningkatan nilai sebesar 2,91 Rp juta. Peringkat Sumatera wilayah ini dua posisi dibawah Kabupaten Karimun, baik laju pertumbuhan maupun besaran peningkatan nilai juga berada dibawah capaian Kabupaten Karimun pada tahun 2025.