Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan Provinsi Bali pada tahun 2024 mencapai Rp 18.637,07 miliar. Data historis menunjukkan pertumbuhan positif, dengan nilai tahun terakhir meningkat sebesar 8,97% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nilai, terjadi kenaikan sebesar Rp 1.534,13 miliar dari tahun 2023.
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir (2021-2023) yang hanya sebesar 5,86%. Namun, jika dibandingkan dengan 5 tahun terakhir (2019-2023) yang sebesar 4,62%, pertumbuhan tahun 2024 tampak lebih menjanjikan. Pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir terjadi pada tahun 2015 sebesar 15,42%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Boven Digoel Menurut Sektor pada 2024)
Secara ranking di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, Bali tetap menduduki peringkat pertama. Namun secara nasional, Bali berada di peringkat 24. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di pulau yang sama, nilai PDRB sektor industri pengolahan Bali jauh lebih tinggi.
Dalam data historis, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan 15,42%. Sementara itu, penurunan terdalam terjadi pada tahun 2021 dengan kontraksi -5,15%. Kondisi ini menunjukkan adanya anomali akibat pandemi COVID-19, di mana sektor industri pengolahan mengalami tekanan yang signifikan.
Jika dibandingkan dengan rata-rata 3 tahun sebelumnya, pertumbuhan sektor industri pengolahan Bali di tahun 2024 menunjukkan pemulihan yang kuat. Meskipun sempat mengalami kontraksi, sektor ini mampu bangkit dan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat ke-6 di pulau Jawa dengan nilai PDRB sektor industri pengolahan sebesar Rp 22.894,25 miliar. Pertumbuhan daerah ini mencapai 7,22%, menunjukkan peningkatan yang solid dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini mengindikasikan bahwa DI Yogyakarta memberikan kontribusi penting bagi perekonomian di Jawa.
(Baca: 7,27% Penduduk di Kabupaten Takalar Masuk Kategori Miskin)
Kep. Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan ke-8 di pulau Sumatera, dengan PDRB sektor industri pengolahan sebesar Rp 22.141,52 miliar. Meskipun demikian, pertumbuhan hanya mencapai 2,13%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan beberapa wilayah lain di Sumatera.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menduduki peringkat ke-3 di pulau Sulawesi dengan nilai PDRB sektor industri pengolahan sebesar Rp 19.900,49 miliar. Pertumbuhan Sulawesi Utara mencapai 8,78%, mencerminkan kinerja yang baik.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati posisi ke-4 di pulau Sulawesi dengan nilai PDRB sektor industri pengolahan sebesar Rp 17.805,37 miliar. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 15,21% menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan pesat di Sulawesi.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara berada di urutan ke-5 di pulau Kalimantan. Nilai PDRB untuk sektor industri pengolahan tercatat sebesar Rp 11.970,15 miliar dengan pertumbuhan 5,95%.
Aceh
Aceh menempati urutan ke-9 di pulau Sumatera dengan nilai PDRB sektor industri pengolahan sebesar Rp 11.462,81 miliar. Pertumbuhan Aceh tercatat sebesar 4,38%, menunjukkan bahwa Aceh masih memiliki potensi untuk mengembangkan sektor industri pengolahan.