Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di Provinsi Papua Barat Daya pada akhir tahun 2025 mencapai 216 unit koperasi. Berdasarkan catatan historis dua tahun terakhir, angka ini menunjukkan lonjakan sangat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya tercatat 10 unit koperasi. Terjadi kenaikan sebesar 206 unit koperasi dalam satu tahun, dengan persentase pertumbuhan total mencapai 2060 persen. Tren pergerakan data selama periode pencatatan tercatat terus naik tanpa periode penurunan sama sekali. Nilai tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2025, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Maybrat | 2010 - 2025)
Pada tahun 2024, Papua Barat Daya berada di peringkat 5 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Papua, dan menempati urutan 35 secara nasional. Satu tahun kemudian pada 2025, peringkat wilayah ini melonjak drastis menjadi urutan 1 terbaik di Pulau Papua, serta naik hingga peringkat 13 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai KUD pada tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata periode pencatatan yang hanya mencapai 113 unit koperasi. Data historis untuk periode 3 dan 5 tahun terakhir belum tersedia, sehingga seluruh perbandingan didasarkan pada dua tahun catatan resmi yang tercatat.
Dari perbandingan antar provinsi se-Indonesia, nilai KUD Papua Barat Daya tahun 2025 berada di bawah Sulawesi Selatan dengan 254 unit, Sulawesi Tengah 253 unit, Nusa Tenggara Timur 222 unit, namun berada di atas Kalimantan Selatan 214 unit, Sumatera Barat 211 unit, dan Jambi 208 unit. Pertumbuhan persentase Papua Barat Daya sebesar 2060 persen jauh melampaui pertumbuhan provinsi lain pada kelompok peringkat yang berdekatan, dimana pertumbuhan tertinggi provinsi lain hanya mencapai 224,36 persen.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati urutan 10 secara nasional dan urutan 1 di Pulau Sulawesi untuk jumlah KUD tahun 2025 dengan total 254 unit koperasi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 176,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 162 unit koperasi. Nilai ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi pada kelompok peringkat 10 sampai 16 nasional, menunjukkan posisi yang sangat kokoh di tingkat regional maupun nasional untuk jumlah lembaga koperasi tingkat desa.
Sulawesi Tengah
Dengan total 253 unit koperasi pada tahun 2025, Sulawesi Tengah berada satu peringkat dibawah Sulawesi Selatan yaitu urutan 11 secara nasional dan urutan 2 di wilayah Pulau Sulawesi. Pertumbuhan KUD di wilayah ini mencapai 224,36 persen, merupakan angka pertumbuhan tertinggi diantara seluruh enam provinsi yang berada pada kelompok peringkat berdekatan dengan Papua Barat Daya. Terjadi penambahan sebanyak 175 unit koperasi selama periode satu tahun terakhir.
Nusa Tenggara Timur
(Baca: 0,00193% Penduduk di Kabupaten Raja Ampat Beraliran Kepercayaan)
Nusa Tenggara Timur menempati urutan 12 nasional dan peringkat 1 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali dengan jumlah KUD sebanyak 222 unit koperasi tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 109,43 persen dengan penambahan 116 unit koperasi dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total KUD Nusa Tenggara Timur hanya terpaut 6 unit diatas angka yang dicatatkan oleh Papua Barat Daya, sehingga kompetisi peringkat antara kedua wilayah ini sangat ketat untuk tahun mendatang.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan berada di urutan 14 secara nasional dan peringkat 3 di Pulau Kalimantan dengan total 214 unit Koperasi Unit Desa pada akhir tahun 2025. Angka ini hanya terpaut 2 unit dibawah jumlah KUD Papua Barat Daya, yang membuat wilayah ini satu peringkat dibawah provinsi dari Papua tersebut. Pertumbuhan KUD Kalimantan Selatan tercatat sebesar 41,72 persen dengan penambahan 63 unit koperasi selama satu tahun periode terakhir.
Sumatera Barat
Sumatera Barat menempati urutan 15 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sumatera dengan jumlah 211 unit koperasi unit desa tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,64 persen dengan penambahan sebanyak 22 unit koperasi dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini termasuk yang terendah pada kelompok peringkat ini, hanya lebih baik dibandingkan provinsi Jambi yang mengalami penurunan jumlah KUD.
Jambi
Jambi menjadi satu-satunya provinsi pada kelompok peringkat ini yang mencatatkan penurunan jumlah Koperasi Unit Desa pada tahun 2025. Dengan total 208 unit koperasi, Jambi berada di urutan 16 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Sumatera. Terjadi penurunan sebanyak 11 unit koperasi dengan persentase penurunan mencapai 5,02 persen dibandingkan catatan jumlah KUD pada tahun sebelumnya.