Badan Pusat Statistik mencatat jumlah Bank Umum Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Sulawesi Tenggara pada akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 24 Unit. Selama periode 9 tahun pengamatan sejak 2017, jumlah lembaga keuangan ini menunjukkan tren umum menurun, dengan total penurunan mencapai 7,69% secara kumulatif atau rata-rata penurunan 0,99% setiap tahunnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Kondisi tahun 2025 stagnan dibandingkan tahun 2024, dimana tidak terjadi perubahan jumlah unit BPR sama sekali. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan pengurangan 2 unit BPR atau setara kontraksi pertumbuhan sebesar 7,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Satu-satunya periode kenaikan jumlah BPR terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan 1 unit atau pertumbuhan positif 4%.
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan penurunan sebesar 2,56% per tahun, kondisi ini lebih buruk dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat kontraksi 0,74% per tahun. Selama seluruh periode pengamatan, posisi peringkat jumlah BPR Sulawesi Tenggara di lingkup Pulau Sulawesi secara konsisten berada di urutan ke-4, sementara peringkat nasional berfluktuasi di rentang urutan 24 sampai 25 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kalimantan Barat
Provinsi Kalimantan Barat menempati urutan ke-3 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 21 nasional untuk jumlah total BPR tahun terakhir, dengan nilai tercatat 33 Unit. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,94% dibandingkan periode sebelumnya, dimana terjadi pengurangan 1 unit BPR. Jumlah BPR di provinsi ini 37,5% lebih banyak dibandingkan jumlah BPR yang ada di Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki 32 Unit BPR pada tahun terakhir, menempati urutan ke 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 22 tingkat nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,23% dengan penambahan 1 unit BPR dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai jumlah BPR provinsi ini berada 33,3% lebih tinggi dibandingkan angka Sulawesi Tenggara, dengan peringkat nasional 2 tingkat di atas Sulawesi Tenggara.
Jambi
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kota Yogyakarta pada September 2026 Sebesar 2,97%)
Provinsi Jambi di Pulau Sumatera menempati peringkat 8 wilayah Sumatera dan urutan 23 nasional dengan total 29 Unit BPR pada tahun observasi terakhir. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,45% dengan pengurangan 2 unit BPR dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun mengalami kontraksi, jumlah BPR di Jambi masih tercatat 20,8% lebih banyak dibandingkan jumlah unit BPR yang dimiliki Sulawesi Tenggara.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah tercatat memiliki jumlah BPR yang sama persis dengan Sulawesi Tenggara yaitu sebanyak 24 Unit, menempati urutan ke 4 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 24 tingkat nasional. Wilayah ini tidak mengalami perubahan jumlah unit BPR sama sekali atau pertumbuhan 0% dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional provinsi ini sama persis dengan posisi Sulawesi Tenggara pada tahun 2025.
Maluku
Provinsi Maluku menempati urutan pertama terbaik di seluruh wilayah Pulau Maluku dengan total 22 Unit BPR pada tahun terakhir, serta menempati peringkat 26 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,76% dengan penambahan 1 unit BPR dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah BPR di provinsi ini tercatat 8,3% lebih sedikit dibandingkan angka yang dicapai Sulawesi Tenggara.
Papua
Provinsi Papua berada di urutan pertama wilayah Pulau Papua dengan total 21 Unit BPR pada tahun observasi terakhir, serta menempati peringkat 27 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan paling besar diantara seluruh provinsi yang dibandingkan, yaitu sebesar 27,59% dengan pengurangan sebanyak 8 unit BPR dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah BPR di Papua tercatat 12,5% lebih sedikit dibandingkan jumlah unit BPR Sulawesi Tenggara.