Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2025 mencapai 111,22 persen. Dari catatan historis dua tahun terakhir, angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,19 poin persen dari posisi tahun 2024 yang tercatat 108,03 persen, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,95 persen. Tren data selama periode pencatatan menunjukkan pergerakan naik konsisten, tidak tercatat satu periode pun terjadi penurunan nilai partisipasi. Nilai terendah tercatat pada tahun 2024, sementara pencapaian tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2025.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan untuk Makanan Periode 2013-2024)
Pada tahun 2025, Papua Barat Daya berhasil melonjak dari peringkat ke-2 di wilayah Pulau Papua pada tahun sebelumnya, menjadi peringkat 1 terbaik se-Pulau Papua. Secara nasional, provinsi ini juga mencatatkan lompatan peringkat sangat signifikan: dari posisi ke-6 nasional pada 2024, menempati urutan pertama tertinggi se-Indonesia untuk indikator partisipasi sekolah dasar pada akhir tahun 2025. Nilai akhir 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai periode pencatatan yang mencapai 109,625 persen.
Untuk perbandingan antar wilayah pada tahun yang sama, nilai 111,22 persen Papua Barat Daya mengungguli empat provinsi lain di lima peringkat teratas nasional. Posisi kedua ditempati Papua Selatan dengan nilai 111,21 persen, disusul Provinsi Papua pada urutan ketiga dengan 110,99 persen, Maluku Utara 110,57 persen dan Nusa Tenggara Timur pada urutan kelima dengan 110,24 persen. Seluruh provinsi peringkat lima teratas nasional seluruhnya berasal dari wilayah timur Indonesia.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati urutan kedua se-Pulau Papua dan urutan kedua nasional untuk indikator ini pada tahun 2025, dengan nilai APK SD tercatat 111,21 persen. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 6,92 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 7,2 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan Papua Selatan tercatat lebih dari dua kali lipat laju pertumbuhan yang dicapai Papua Barat Daya pada periode yang sama, namun gagal menyalip nilai akhir hanya terpaut 0,01 poin persen saja.
Provinsi Papua
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara | 2007 - 2025)
Berada di urutan ketiga se-Pulau Papua dan ketiga secara nasional, Provinsi Papua mencatatkan nilai Angka Partisipasi Kasar SD sebesar 110,99 persen pada tahun 2025. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara lima wilayah teratas, yaitu sebesar 7,5 persen tahunan dengan kenaikan nilai absolut 7,74 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini merupakan yang tercepat dicatatkan di seluruh wilayah Indonesia untuk indikator partisipasi sekolah dasar periode 2024-2025.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati posisi pertama terbaik di wilayah Pulau Maluku dan urutan keempat secara nasional, dengan nilai APK SD tahun 2025 tercatat mencapai 110,57 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 3,63 poin persen. Laju pertumbuhan ini sedikit diatas laju pertumbuhan yang dicatatkan oleh Papua Barat Daya pada periode yang sama, menjadikan Maluku Utara salah satu wilayah dengan peningkatan partisipasi sekolah dasar yang konsisten di timur Indonesia.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menjadi satu-satunya wilayah dari kelompok lima teratas nasional yang mencatatkan penurunan nilai indikator pada tahun 2025. Dengan nilai akhir tercatat 110,24 persen, provinsi ini mengalami penurunan sebesar 0,31 persen atau turun sebesar 0,34 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan sedikit, Nusa Tenggara Timur tetap menempati urutan pertama terbaik di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali, serta bertahan di posisi lima besar nasional untuk indikator partisipasi sekolah dasar.