Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Kabupaten Bondowoso Jawa Timur pada akhir tahun 2025 mencapai 475,37 Rp juta. Selama 16 tahun pengamatan sejak 2010, nilai sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan total peningkatan 48,18% atau rata-rata tumbuh 2,66% per tahun. Pada 2025, sektor ini tumbuh 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya dengan penambahan nilai sebesar 15,2 Rp juta.
(Baca: PDRB Kabupaten Melawi 2025: Rp7,82 Triliun, Tumbuh 4,23 Persen)
Pada 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor ini di Kabupaten Bondowoso mencapai 3,19%, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya tercatat 1,73%. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah data terjadi pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 7,55%, sedangkan penurunan terparah terjadi pada tahun 2020 dengan kontraksi turun 2,48%. Selama 16 tahun pengamatan, terdapat 12 periode pertumbuhan positif dan 3 periode penurunan nilai.
Untuk peringkat di Pulau Jawa, pada tahun 2025 Kabupaten Bondowoso menempati urutan ke 102, naik satu peringkat dari posisi 104 pada tahun sebelumnya. Secara nasional, daerah ini menempati urutan 285 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, naik 4 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024. Nilai PDRB sektor pemerintahan Bondowoso tahun 2025 tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode pengamatan.
Kabupaten Takalar
Kabupaten Takalar menempati urutan 29 tingkat pulau dan peringkat 282 nasional untuk indikator yang sama. Nilai PDRB sektor ini di daerah tersebut tercatat 477,57 Rp juta pada tahun terakhir, hanya terpaut 2,2 Rp juta di atas nilai Kabupaten Bondowoso. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sedikit negatif turun 0,18% pada tahun terakhir, dengan penurunan nilai sebesar 0,87 Rp juta dibandingkan periode sebelumnya. Berbeda dengan Bondowoso, Takalar justru mengalami penurunan nilai di tahun terbaru meski memiliki total nilai yang lebih besar.
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung berada di peringkat 76 tingkat pulau Sumatera dan posisi 283 nasional. Nilai PDRB sektor pemerintahan di wilayah ini tercatat 477,56 Rp juta, hampir setara dengan nilai Kabupaten Takalar. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan sedikit negatif turun 0,1% pada tahun terakhir, dengan penurunan nilai 0,46 Rp juta. Posisi peringkat nasional Belitung hanya terpaut satu tingkat di atas Kabupaten Bondowoso, dengan selisih nilai total hanya sebesar 2,19 Rp juta.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor di DI Yogyakarta | 2025)
Kabupaten Sidenreng Rappang
Kabupaten Sidenreng Rappang menduduki peringkat 30 tingkat pulau Sulawesi dan posisi 284 nasional. Nilai indikator di wilayah ini tercatat 477,21 Rp juta, dengan pertumbuhan positif sebesar 6,38% pada tahun terakhir. Daerah ini mencatat penambahan nilai sebesar 28,61 Rp juta, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara kelompok daerah perbandingan. Pertumbuhan di Sidenreng Rappang bahkan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahunan rata-rata Kabupaten Bondowoso.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau berada di peringkat 32 tingkat pulau Kalimantan dan posisi 286 nasional. Nilai PDRB sektor pemerintahan di wilayah ini tercatat 475,12 Rp juta, hampir sama persis dengan nilai Kabupaten Bondowoso yang hanya lebih tinggi 0,25 Rp juta. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sangat tinggi sebesar 19,68% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 78,13 Rp juta. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh daerah yang tercatat dalam kelompok perbandingan data.
Kota Cirebon
Kota Cirebon menduduki peringkat 103 tingkat pulau Jawa dan posisi 287 nasional. Nilai indikator di wilayah ini tercatat 473,9 Rp juta, sedikit lebih rendah dibandingkan nilai Kabupaten Bondowoso. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,37% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 10,95 Rp juta. Posisi peringkat di Pulau Jawa Kota Cirebon hanya terpaut satu tingkat di bawah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2025.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Kabupaten Seram Bagian Barat berada di peringkat 8 tingkat pulau Maluku dan posisi 288 nasional. Nilai PDRB sektor pemerintahan di wilayah ini tercatat 473,17 Rp juta, menjadi nilai terendah diantara seluruh kelompok daerah perbandingan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,9% pada tahun terakhir, dengan penambahan nilai sebesar 8,84 Rp juta. Meskipun memiliki peringkat nasional paling bawah dalam kelompok ini, daerah ini menjadi salah satu dengan peringkat terbaik di wilayah pulau Maluku.