Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Rokan Hilir pada Desember 2024, berkurang 0,11% menjadi 4,31% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 4,55%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Harga Beras Kualitas Bawah I di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: 10 Provinsi Terpilih Harga Gula Pasir Tertinggi (Jumat, 27 Maret 2026))
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Sementara untuk kondisi lima semester pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 turut mendorong tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik di Kabupaten Rokan Hilir.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 211 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Rokan Hilir mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 331,2 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 4.634 pekerja menjadi 323,03 ribu pekerja pada tahun 2024.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Rokan Hilir mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 316,13 ribu pekerja kemudian jumlahnya mengalami penurunan menjadi 309,12 ribu pekerja pada tahun 2024.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Rokan Hilir tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 1,69 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,83 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Riau pada 2024 yakni :
- Kabupaten Bengkalis 5,88%
- Kota Dumai 4,66%
- Kota Pekanbaru 4,63%
- Kabupaten Siak 4,53%
- Kabupaten Kepulauan Meranti 4,51%
- Kabupaten Rokan Hilir 4,31%
- Kabupaten Kampar 3,67%
- Kabupaten Rokan Hulu 2,73%
- Kabupaten Indragiri Hulu 2,55%
- Kabupaten Kuantan Singingi 2,48%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Indragiri Hilir 1,86%
- Kabupaten Pelalawan 2,13%
- Kabupaten Kuantan Singingi 2,48%
- Kabupaten Indragiri Hulu 2,55%
- Kabupaten Rokan Hulu 2,73%
- Kabupaten Kampar 3,67%
- Kabupaten Rokan Hilir 4,31%
- Kabupaten Kepulauan Meranti 4,51%
- Kabupaten Siak 4,53%
- Kota Pekanbaru 4,63%