Jumlah pekerja di Kabupaten Bangkalan mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir sedangkan dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 571,16 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 2.829 pekerja menjadi 571,83 ribu pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: 5,31% Penduduk di Kota Gorontalo Masuk Kategori Miskin)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangkalan pada Desember 2025, berkurang 0,04% menjadi 5,31% dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 6,18%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bangkalan dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 608,8 ribu pekerja, pada 2024 kemudian turun menjadi 607,13 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 601,76 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 127 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangkalan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 1,94 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 1,2 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Bangkalan:
Jumlah penduduk di Kabupaten Bangkalan tercatat 1,02 juta jiwa data per 2024. Angka ini berkurang dibanding 2023 dan lebih rendah dibanding Desember 2021. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 0,76%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,69%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro 2,41%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Jawa Timur, jumlah penduduk Kabupaten Bangkalan berada di urutan 20, sementara menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan 73.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Bangkalan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 63,47 ribu jiwa (6,19%)
- Umur 5-9 tahun 91,37 ribu jiwa (8,92%)
- Umur 10-14 tahun 88,37 ribu jiwa (8,62%)
- Umur 15-19 tahun 58,85 ribu jiwa (5,74%)
- Umur 20-24 tahun 88,84 ribu jiwa (8,67%)
- Umur 25-29 tahun 88,4 ribu jiwa (8,63%)
- Umur 30-34 tahun 82,68 ribu jiwa (8,07%)
- Umur 35-39 tahun 82,05 ribu jiwa (8,01%)
- Umur 40-44 tahun 77,71 ribu jiwa (7,58%)
- Umur 45-49 tahun 66,68 ribu jiwa (6,51%)
- Umur 50-54 tahun 59,76 ribu jiwa (5,83%)
- Umur 55-59 tahun 53,37 ribu jiwa (5,21%)
- Umur 60-64 tahun 45,32 ribu jiwa (4,42%)
- Umur 65-69 tahun 31,14 ribu jiwa (3,04%)
- Umur 70-74 tahun 22,16 ribu jiwa (2,16%)
- Umur lebih dari 75 tahun 24,41 ribu jiwa (2,38%)