Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Pusat pada Desember 2025, berkurang 0,16 persen menjadi 6,09 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 6,42 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Mempawah 167,85 Ribu dan Angka Pengangguran 4,74 Persen)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2020 sebesar 10,97% dan terendah pernah tercatat pada 2022 silam sebesar 5,88%.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Bangka Selatan 111,65 Ribu dan Angka Pengangguran 4,48 Persen)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 86 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Jakarta Pusat mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 536,38 ribu jiwa dan di tahun 2025 naik menjadi 546,91 ribu jiwa.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Jakarta Pusat mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 501,97 ribu pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 514,77 ribu pekerja.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Pusat tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,3 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,16 persen .
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi DKI Jakarta pada 2025 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Seribu 7,71 persen
- Kota Jakarta Timur 6,78 persen
- Kota Jakarta Pusat 6,09 persen
- Kota Jakarta Utara 6,03 persen
- Kota Jakarta Barat 6,03 persen
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kota Jakarta Selatan 5,14 persen
- Kota Jakarta Barat 6,03 persen
- Kota Jakarta Utara 6,03 persen
- Kota Jakarta Pusat 6,09 persen
- Kota Jakarta Timur 6,78 persen