Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Alor mencapai 2,27% pada 2024. Angka ini berkurang 0,24% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 2,52%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya naik 0%.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2018 sebesar 4,09% dan terendah pernah tercatat pada 2022 silam sebesar 2,27%.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Bengkalis pada 2024)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 433 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Alor mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam lima tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 112,03 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 2.858 pekerja menjadi 126,22 ribu pekerja pada tahun 2024.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Garut 6,96%)
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Alor dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 109,5 ribu pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 120,26 ribu pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 123,36 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Alor tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,24 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,09 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2024 yakni :
- Kota Kupang 8,6%
- Kabupaten Belu 5,41%
- Kabupaten Sabu Raijua 3,99%
- Kabupaten Flores Timur 3,58%
- Kabupaten Manggarai Barat 3,47%
- Kabupaten Sumba Timur 3,46%
- Kabupaten Kupang 3,36%
- Kabupaten Sumba Barat 3,21%
- Kabupaten Ngada 2,68%
- Kabupaten Sumba Barat Daya 2,64%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Manggarai Timur 0,51%
- Kabupaten Manggarai 1,17%
- Kabupaten Malaka 1,58%
- Kabupaten Timor Tengah Utara 1,82%
- Kabupaten Sumba Tengah 1,89%
- Kabupaten Ende 2,05%
- Kabupaten Nagekeo 2,17%
- Kabupaten Lembata 2,18%
- Kabupaten Alor 2,27%
- Kabupaten Sikka 2,33%