Jumlah pekerja di Kabupaten Jembrana mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 197,83 ribu pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 201,6 ribu pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Kudus 3,24 Persen)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Jembrana mencapai 1,64 persen pada 2025. Angka ini bertambah 0,11 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 1,53 persen. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2023, angkanya turun 0,87 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Jembrana mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 202,94 ribu jiwa, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 2.037 jiwa menjadi 202,7 ribu jiwa pada tahun 2025.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 483 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Jembrana tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,26 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,98 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Jembrana:
Jumlah penduduk di Kabupaten Jembrana tercatat 287,53 ribu jiwa data per 2025. Untuk data terakhir ini, jumlah penduduk mengalami penurunan. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih tinggi. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 0,67%.
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Bali, kabupaten/kota ini berada di urutan tujuh, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 21.
Mayoritas penduduk di wilayah ini atau sekitar 64,47% merupakan penduduk usia produktif yakni dengan usia 15-59 tahun berjumlah 185,36 ribu. Menurut publikasi BPS pada 2025 lalu, jumlahnya mencapai 185,36 ribu. Lainnya rentang usia 0-14 tahun (anak-anak) sekitar 20,99% dan 14,55% sisanya adalah kelompok usia lanjut dengan usia lebih dari 60 tahun.
(Baca: 44,1% Penduduk di Kota Sorong Beragama Protestan)
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Jembrana pada Desember 2025 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 18,79 ribu jiwa (6,54%)
- Umur 5-9 tahun 20,04 ribu jiwa (6,97%)
- Umur 10-14 tahun 21,51 ribu jiwa (7,48%)
- Umur 15-19 tahun 22,2 ribu jiwa (7,72%)
- Umur 20-24 tahun 16,88 ribu jiwa (5,87%)
- Umur 25-29 tahun 19,11 ribu jiwa (6,65%)
- Umur 30-34 tahun 19,7 ribu jiwa (6,85%)
- Umur 35-39 tahun 20,67 ribu jiwa (7,19%)
- Umur 40-44 tahun 22,71 ribu jiwa (7,9%)
- Umur 45-49 tahun 23,43 ribu jiwa (8,15%)
- Umur 50-54 tahun 21,38 ribu jiwa (7,44%)
- Umur 55-59 tahun 19,27 ribu jiwa (6,7%)
- Umur 60-64 tahun 15,44 ribu jiwa (5,37%)
- Umur 65-69 tahun 11,37 ribu jiwa (3,96%)
- Umur 70-74 tahun 7.352,863869391083 jiwa (2,56%)
- Umur lebih dari 75 tahun 7.662,611027993848 jiwa (2,66%)