Jumlah pekerja di Kabupaten Merangin dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 186,4 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 199,5 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 187,56 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Pekanbaru 5,25 Persen)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Merangin pada Desember 2025, berkurang 0,28 persen menjadi 3,9 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara dibanding Desember 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 4,35 persen .
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Merangin mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren turun. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 194,88 ribu pekerja dan di tahun 2025 turun menjadi 194,37 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 250 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Merangin tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,13 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,75 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Merangin:
Jumlah penduduk di Kabupaten Merangin tercatat 393,3 ribu jiwa data per 2024. Angka ini mengalami kenaikan. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih rendah. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 0,51%.
(Baca: 0,6% Penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Beragama Protestan)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Jambi, kabupaten/kota ini masuk dalam urutan lima besar, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 57.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Merangin pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 23,97 ribu jiwa (6,09%)
- Umur 5-9 tahun 36,65 ribu jiwa (9,32%)
- Umur 10-14 tahun 37,88 ribu jiwa (9,63%)
- Umur 15-19 tahun 28,04 ribu jiwa (7,13%)
- Umur 20-24 tahun 34,99 ribu jiwa (8,9%)
- Umur 25-29 tahun 32,9 ribu jiwa (8,37%)
- Umur 30-34 tahun 30,45 ribu jiwa (7,74%)
- Umur 35-39 tahun 31,93 ribu jiwa (8,12%)
- Umur 40-44 tahun 32,72 ribu jiwa (8,32%)
- Umur 45-49 tahun 27,73 ribu jiwa (7,05%)
- Umur 50-54 tahun 22,64 ribu jiwa (5,76%)
- Umur 55-59 tahun 17,75 ribu jiwa (4,51%)
- Umur 60-64 tahun 14,09 ribu jiwa (3,58%)
- Umur 65-69 tahun 9,95 ribu jiwa (2,53%)
- Umur 70-74 tahun 5,94 ribu jiwa (1,51%)
- Umur lebih dari 75 tahun 5,67 ribu jiwa (1,44%)