Provinsi Papua pada Oktober 2024 mencatatkan volume ekspor total sebesar 276,94 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya, provinsi ini pada Oktober 2024 lalu turun menjadi 50 ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Oktober 2023 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 400 ton.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Hunian Layak dan Terjangkau Periode 2015-2023)
Papua dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam .
(Baca: Bulan Desember, Inflasi Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Metro Sebesar 1,93%)
Data historis 12 bulan terakhir, ekspor dari Papua dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Februari 2024 sebesar 2.330 ton dan terendahnya terjadi pada April 2024 dengan volume ekspor 10 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Papua menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Oktober 2024:
- SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 165,01 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 2,73 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 2,26 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukan logam 59,77 ribu ton
- SITC kode 85 sepatu dan peralatan kaki lainnya 32,48 ribu ton
- SITC kode 69 barang-barang logam lainnya 560 ton
- SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya 420 ton
- SITC kode 55 minyak atsiri dan bahan wangi-wangian 130 ton
- SITC kode 74 mesin industri dan perlengkapannya 110 ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 110 ton