Dapatkan akses instan ke artikel “Berapa Indonesia Impor Hasil Minyak Olahan?”.
Rp10.000
Kami menerima pembayaran berikut:
Beberapa metode pembayaran masih dalam proses aktivasi.
Volume Impor dan Ekspor Hasil Minyak Indonesia (1996-2018)
:[/]
[bold]
:[/]
[bold]
:[/]
[bold]
Nama Data
Impor Hasil Minyak
Ekspor Hasil Minyak
1996-12-31
10,13 Juta
10,69 Juta
1997-12-31
11,75 Juta
10,22 Juta
1998-12-31
10,94 Juta
8,44 Juta
1999-12-31
12,25 Juta
7,83 Juta
2000-12-31
13,97 Juta
8,79 Juta
2001-12-31
11,75 Juta
7,01 Juta
2002-12-31
15,12 Juta
7,57 Juta
2003-12-31
13,59 Juta
7,43 Juta
2004-12-31
15,97 Juta
6,8 Juta
2005-12-31
21,07 Juta
5,99 Juta
2006-12-31
18,66 Juta
7,05 Juta
2007-12-31
19,48 Juta
6,26 Juta
2008-12-31
22,39 Juta
5,72 Juta
2009-12-31
19,73 Juta
5,41 Juta
2010-12-31
25,12 Juta
7,32 Juta
2011-12-31
28,84 Juta
6,93 Juta
2012-12-31
28,53 Juta
5,63 Juta
2013-12-31
29,61 Juta
5,91 Juta
2014-12-31
29,09 Juta
5,56 Juta
2015-12-31
25,4 Juta
4,63 Juta
2016-12-31
23,96 Juta
2,87 Juta
2017-12-31
26,93 Juta
4,06 Juta
2018-12-31
26,63 Juta
3,12 Juta
A Font Kecil
A Font Sedang
A Font Besar
Indonesia impor hasil minyak olahan 26,6 juta ton sepanjang 2018 sementara ekspor hanya 3,12 juta ton. Alhasil, neraca perdagangan hasil minyak olahan Indonesia defisit 23,52 juta ton atau terbesar dalam empat tahun.
Perdagangan hasil minyak Indonesia selalu defisit sejak 1997 dan semakin melebar dari tahun ke tahun seperti terlihat pada grafik di bawah ini. Impor hasil minyak terbesar dicatat pada 2013, yakni mencapai 29,1 juta ton dengan defisit 23,54 juta ton.
>
Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin meningkat sementara produksi minyak domestik cenderung turun membuat impor hasil minyak Indonesia naik. Guna mengurangi defisit perdagangan hasil minyak, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pencampuran BBM jenis minyak diesel dengan minyak sawit atau disebut B20.