Rata-rata produksi telur itik/itik manila di Indonesia saat ini sebesar 844.54 ton data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Indonesia Paling Banyak Impor Benih Minyak dari Mozambik. pada 2023)
Urutan pertama adalah DI Yogyakarta, yang bisa memproduksi hingga 2.805,23 ton. Provinsi ini mencatatkan penurunan -68.83 ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sulawesi tenggara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tumbuh 4,92%. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 2.239,97 ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 4,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.134,88 ton.
Berikutnya, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
(Baca: Produk Utama yang Diekspor Indonesia ke Haiti pada 2023)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton