Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan PDRB ADHK sektor jasa lainnya di DKI Jakarta pada Juni 2025 tumbuh 3,59% menjadi Rp24,82 triliun. Sebelumnya menurut rekam jejak 31 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di DKI Jakarta pernah terjadi pada Desember 2021 dengan pertumbuhan sebesar 9,28%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi PDRB ADHK sektor jasa lainnya terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Selatan 2018 - 2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total PDRB ADHK sektor jasa lainnya seluruh Indonesia pada Juni 2025 mencapai Rp67,78 triliun.
PDRB ADHK sektor jasa lainnya tersebut naik 7,07% dibandingkan kuartal sebelumnya.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
DKI Jakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PDRB ADHK sektor jasa lainnya sebanyak Rp24,82 triliun. Perkembangan data kuartalan di wilayah ini naik 3,59% dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya. Dengan selisih cukup besar dibandingkan peringkat sebelumnya, Jawa Barat berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya, PDRB ADHK sektor jasa lainnya di provinsi ini tumbuh 10,35%. Periode yang sama kuartal sebelumnya PDRB ADHK sektor jasa lainnya di provinsi ini tercatat Rp10,26 triliun.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan PDRB ADHK sektor jasa lainnya Rp7.895,52 miliar (naik 6,62%), Jawa Tengah dengan PDRB ADHK sektor jasa lainnya Rp5.524,99 miliar (naik 9,86%) dan Banten dengan PDRB ADHK sektor jasa lainnya Rp2.222,57 miliar (naik 4,12%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor jasa lainnya jumlah tertinggi:
- DKI Jakarta Rp24,82 triliun
- Jawa Barat Rp11,79 triliun
- Jawa Timur Rp7.895,52 miliar
- Jawa Tengah Rp5.524,99 miliar
- Banten Rp2.222,57 miliar
- Sulawesi Selatan Rp1.781,42 miliar
- Sumatera Barat Rp1.096,92 miliar
- DI Yogyakarta Rp1040.3 miliar
- Kalimantan Timur Rp958,06 miliar
- Lampung Rp936,4 miliar