pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di Sulawesi Tengah pada Maret 2025 tercatat -0,59%. Sebelumnya menurut rekam jejak 30 tahun terakhir, rasio dengan rekor tertinggi di Sulawesi Tengah pernah terjadi pada Desember 2014 dengan pertumbuhan sebesar 49,02%. Adapun dalam enam tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi tercatat dengan rata-rata pertumbuhan turun 878,68%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Bukit Tinggi 2016-2025)
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di tanah air.
Papua Barat Daya berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi sebanyak Rp9,43 milyar rupiah. Perkembangan data kuartalan di wilayah ini turun nan% dibandingkan dengan periode yang sama kuartal sebelumnya.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bombana Menurut Sektor pada 2024)
Berikutnya adalah Kalimantan Barat yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi Rp5,24 milyar rupiah lebih kecil periode yang sama kuartal sebelumnya. Sedangkan untuk data kuartalan, pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di provinsi ini naik 4,64% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Riau dengan pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi Rp5,19 milyar rupiah, pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di Riau tercatat di angka Rp5,19 milyar rupiah dan pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi di DI Yogyakarta tercatat di angka Rp5,07 milyar rupiah
Berikut ini sepuluh provinsi dengan pertumbuhan ekonomi sektor konstruksi tertinggi pada Maret 2025:
- Papua Barat Daya Rp9,43 milyar rupiah
- Kalimantan Barat Rp5,24 milyar rupiah
- Riau Rp5,19 milyar rupiah
- Riau Rp5,19 milyar rupiah
- DI Yogyakarta Rp5,07 milyar rupiah
- Papua Selatan Rp4,87 milyar rupiah
- Banten Rp4,43 milyar rupiah
- Gorontalo Rp3,91 milyar rupiah
- Jawa Tengah Rp3,6 milyar rupiah
- Jawa Barat Rp2,96 milyar rupiah