Data per Desember 2025, pertumbuhan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di Sulawesi Tengah tumbuh 44,26%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 80,28 juta ton. Sebelumnya, Sulawesi Tengah pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada Mei 2025 sebesar 138.78%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Selatan 2018 - 2024)
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam seluruh Indonesia pada Desember 2025 mencapai 323,26 juta ton.
Volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam tersebut naik 21,28% dibandingkan bulan sebelumnya.
Urutan pertama adalah Sulawesi Tengah, wilayah ini mencatatkan hingga 114,41 juta ton. Provinsi ini mencatatkan peningkatan 35,1 juta ton dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 75 Mesin Kantor dan Pengolah Data Periode 2020-2025)
Setelahnya Maluku Utara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di provinsi ini tumbuh -11,18%. Periode yang sama bulan sebelumnya volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di provinsi ini tercatat 114 juta ton.
Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat dengan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 95,24 juta ton (naik 187,96%) dan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di Sulawesi Selatan turun 12,41% menjadi 7,16 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam dengan jumlah tertinggi:
- Sulawesi Tengah 114,41 juta ton
- Maluku Utara 106,45 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 95,24 juta ton
- Sulawesi Selatan 7,16 juta ton