Pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin pada 2025 tumbuh sebesar 100.38%. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah dicatatkan dalam delapan tahun terakhir terakhir. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Musi Banyuasin Rp.150,06 Juta)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2025, pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp102,27 ribu. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 43,58% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kep. Riau tercatat dengan pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin terbanyak, yaitu Rp12,18 ribu. pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin di Kep. Riau saat ini setara dengan 5,19% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Statistik Pengeluaran Rokok Kelompok Rentan Miskin Periode 2013-2025)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Jambi. Jumlah pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin di provinsi ini dilaporkan Rp11,36 ribu. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin terlihat naik 16,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp9.767,96 .
Berikutnya, pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin di DKI Jakarta naik 64,58% menjadi Rp11,26 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Kalimantan Timur dengan pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin Rp10,7 ribu (naik 78,6%) dan Papua dengan pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin Rp10,48 ribu (naik 9,62%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan pengeluaran untuk pulsa HP kelompok miskin tertinggi pada 2025:
- Kep. Riau Rp12,18 ribu
- Jambi Rp11,36 ribu
- DKI Jakarta Rp11,26 ribu
- Kalimantan Timur Rp10,7 ribu
- Papua Rp10,48 ribu
- Maluku Rp10,37 ribu
- Sulawesi Utara Rp9.705,17
- Papua Barat Rp9.347,53
- Maluku Utara Rp9.168,02
- Jawa Barat Rp7.698,01