Volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum di Nusa Tenggara Timur tumbuh -17.18% menjadi 158,3 ribu ton data per Januari 2026. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada Juli 2025 sebesar 76,29%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 00 Binatang Hidup Bengkulu Tertinggi pada 2025)
Bank Indonesia (BI) menghimpun data volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum di tanah air.
Sulawesi Selatan mencatatkan volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum tertinggi dengan 503,9 ribu ton. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini naik 1.136,56% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 52 Kimia Inorganis Periode 2020-2026)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Nusa Tenggara Timur. Periode yang sama bulan sebelumnya volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum di provinsi ini tercatat 191,14 ribu ton.
Selanjutnya dan Kalimantan Barat dengan volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum 40.680 ton (naik 139,72%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 04 gandum dan olahan gandum tertinggi pada Januari 2026:
- Sulawesi Selatan 503,9 ribu ton
- Nusa Tenggara Timur 158,3 ribu ton
- Kalimantan Barat 40.680 ton
- Maluku 360 ton