Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah seluruh Indonesia pada 2025 mencapai Rp824,63 ribu .
Pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah tersebut naik 13,92% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Gabah di Pasar Internasional Rp 3774.9 per Kg (Kamis, 30 April 2026))
Papua berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah sebanyak Rp58,14 ribu. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 77,99% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikutnya adalah Maluku yang mencatatkan pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah Rp47,97 ribu lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah di provinsi ini naik 88,96% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah di Kep. Bangka Belitung naik 95,79% menjadi Rp41,69 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Banten dengan pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah Rp38,03 ribu (naik 97,7%) dan pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah di Kep. Riau turun 32,16% menjadi Rp34,41 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kota Bandar Lampung Rp.70,12 Juta)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan pengeluaran telepon rumah kelompok menuju kelas menengah jumlah tertinggi:
- Papua Rp58,14 ribu
- Maluku Rp47,97 ribu
- Kep. Bangka Belitung Rp41,69 ribu
- Banten Rp38,03 ribu
- Kep. Riau Rp34,41 ribu
- Papua Barat Rp34,08 ribu
- Sulawesi Utara Rp30,22 ribu
- Jambi Rp29,92 ribu
- Sulawesi Tengah Rp28,29 ribu
- Sulawesi Selatan Rp27,84 ribu