Volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Kalimantan Utara tumbuh 18,62 ribu%. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 12.000 ton data per Januari 2023. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada September 2020 dengan angka volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati mencapai 4,47 juta ton dan untuk rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 3.139,42%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA1 Kota Depok 2025)
Menurut publikasi Bank Indonesia (BI), data per Desember 2025, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 2,47 miliar ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 99,88% dari total seluruh provinsi.
Riau mencatatkan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati tertinggi dengan 1,24 miliar ton. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini naik 73,2% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Persentase Pekerja Setengah Menganggur Periode 2015-2025)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Kalimantan Timur. Periode yang sama bulan sebelumnya volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di provinsi ini tercatat 83 juta ton.
Selanjutnya, volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Lampung naik 55,91% menjadi 297,96 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, Sumatera Utara dengan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 292,16 juta ton (naik 51,84%) dan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati di Kalimantan Selatan naik 70,12% menjadi 120,41 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati jumlah tertinggi:
- Riau 1,24 miliar ton
- Kalimantan Timur 335,71 juta ton
- Lampung 297,96 juta ton
- Sumatera Utara 292,16 juta ton
- Kalimantan Selatan 120,41 juta ton
- Sulawesi Tengah 62,69 juta ton
- Sulawesi Utara 43,85 juta ton
- Kalimantan Barat 41,74 juta ton
- Jambi 26,3 juta ton
- Aceh 7,3 juta ton