Data per 2025, pertumbuhan pengeluaran kendaraan kelompok miskin di Bengkulu tumbuh -11.76% menjadi Rp30,29 ribu. Sebelumnya, Bengkulu pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2013 sebesar 42,55%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi pengeluaran kendaraan kelompok miskin terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Pengeluaran Kendaraan Kelompok Kelas Atas Kep. Riau Tertinggi pada 2025)
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2025, pengeluaran kendaraan kelompok miskin jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp330,4 ribu. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 37,16% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kep. Bangka Belitung tercatat dengan pengeluaran kendaraan kelompok miskin terbanyak, yaitu Rp43,82 ribu. pengeluaran kendaraan kelompok miskin di Kep. Bangka Belitung saat ini setara dengan 4,93% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Nilai Ekspor SITC Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya Provinsi Kalimantan Barat Periode Agustus 2025-Januari 2026)
Berikutnya adalah Kep. Riau yang mencatatkan pengeluaran kendaraan kelompok miskin Rp33,38 ribu lebih kecil periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, pengeluaran kendaraan kelompok miskin di provinsi ini turun 10,04% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Jambi dengan pengeluaran kendaraan kelompok miskin Rp32,71 ribu (turun 15,1%), Papua Barat dengan pengeluaran kendaraan kelompok miskin Rp32,55 ribu (turun 7,22%) dan Kalimantan Barat dengan pengeluaran kendaraan kelompok miskin Rp32,04 ribu (turun 16,13%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan pengeluaran kendaraan kelompok miskin tertinggi pada 2025:
- Kep. Bangka Belitung Rp43,82 ribu
- Papua Barat Daya Rp42,79 ribu
- Kep. Riau Rp33,38 ribu
- Jambi Rp32,71 ribu
- Papua Barat Rp32,55 ribu
- Kalimantan Barat Rp32,04 ribu
- Sumatera Barat Rp31,8 ribu
- Maluku Rp31,65 ribu
- Riau Rp31,36 ribu
- DI Yogyakarta Rp30,8 ribu