Data per 2025, produksi telur itik/itik manila di Sulawesi Utara tercatat 897.96 ton. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 1576.7 ton. Sebelumnya, Sulawesi Utara pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2007 sebesar 36,47% dan untuk rata-rata enam tahun terakhir yakni tercatat tumbuh -2,6%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Nilai Ekspor Bahan Kimia Lainnya Provinsi Kalimantan Barat Januari 2026)
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, total produksi telur itik/itik manila seluruh Indonesia pada 2025 mencapai 17,74 ribu ton.
Produksi telur itik/itik manila tersebut naik 1,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, DI Yogyakarta tercatat dengan produksi telur itik/itik manila terbanyak, yaitu 2.805,23 ton. Produksi telur itik/itik manila di DI Yogyakarta saat ini setara dengan 15,82% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila 2.239,97 ton lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini naik 4,92% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan produksi telur itik/itik manila di Sulawesi Tengah naik 5,64% menjadi 1441.8 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- Jawa Barat 65,47 juta ton
- Jawa Timur 46,57 juta ton
- Jawa Tengah 45,83 juta ton
- Banten 18,64 juta ton
- Sumatera Selatan 13,9 juta ton
- Kalimantan Selatan 9,1 juta ton
- Lampung 8,67 juta ton
- Sumatera Barat 4,15 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,9 juta ton
- Aceh 2,79 juta ton