Banten mencatatkan rekor pertumbuhan produksi telur itik/itik manila menurut provinsi dalam 12 tahun terakhir. Adapun dalam enam tahun terakhir, produksi telur itik/itik manila tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14,52 ribu%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Volume Ekspor SITC Besi dan Baja Provinsi Jawa Timur Periode Agustus 2025-Januari 2026)
Rata-rata produksi telur itik/itik manila di Indonesia saat ini sebesar 844.54 ton data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Volume Ekspor Buah Buahan dan Sayur Sayuran Provinsi Sumatera Utara Januari 2026)
Urutan pertama adalah DI Yogyakarta, yang bisa memproduksi hingga 2.805,23 ton. Provinsi ini mencatatkan penurunan -68.83 ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sulawesi tenggara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tumbuh 4,92%. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 2.239,97 ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 4,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.134,88 ton.
Berikutnya, Riau dengan produksi telur itik/itik manila 1.601,69 ton (naik 2,9%), produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila jumlah tertinggi:
- Jawa Barat 65,47 juta ton
- Jawa Timur 46,57 juta ton
- Jawa Tengah 45,83 juta ton
- Banten 18,64 juta ton
- Sumatera Selatan 13,9 juta ton
- Kalimantan Selatan 9,1 juta ton
- Lampung 8,67 juta ton
- Sumatera Barat 4,15 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,9 juta ton
- Aceh 2,79 juta ton