Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan di Kalimantan Utara pada 2024 tercatat 1,64% menjadi 64,48%. Sebelumnya menurut rekam jejak empat tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Utara pernah terjadi pada 2022 dengan pertumbuhan sebesar 23,22%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan terus menguat dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Jasa Lainnya di di DKI Jakarta | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan di tanah air.
Kep. Riau berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan sebanyak 79,91%. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 5,63% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Rasio Penduduk yang Mengakses Internet dari Kantor Periode 2015-2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah DKI Jakarta. Jumlah tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan di provinsi ini dilaporkan 72,96%. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan terlihat naik 9,04% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 66,91%.
Berikutnya, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan di Kalimantan Timur naik 7,47% menjadi 72,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Bali dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan 69,98% (naik 5,01%) dan Kep. Bangka Belitung dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan 69,9% (naik 9,49%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota hiburan tertinggi pada 2024:
- Kep. Riau 79,91 %
- DKI Jakarta 72,96 %
- Kalimantan Timur 72,89 %
- Bali 69,98 %
- Kep. Bangka Belitung 69,9 %
- Riau 69,17 %
- Kalimantan Selatan 66,53 %
- DI Yogyakarta 66,4 %
- Kalimantan Tengah 65,87 %
- Sumatera Barat 65,87 %