Data per November 2025, pertumbuhan nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya di Riau tumbuh -65.22%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat US$1.250. Sebelumnya, Riau pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada Juli 2024 dengan angka nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya mencapai US$1.200. Sedangkan rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 909.21%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari VIetnam. pada 2023)
Menurut publikasi Bank Indonesia (BI), data per Desember 2025, nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai 172,77 ribu ton. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 100% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Papua Barat tercatat dengan nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya terbanyak, yaitu 120 ribu ton. nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya di Papua Barat saat ini setara dengan 69,46% dari total seluruh provinsi. Bali berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya di provinsi ini tumbuh 194,15%. Jumlah nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya di provinsi ini dilaporkan 48.270 ton. Adapun untuk periode sebelumnya tercatat sebanyak 400,04 ribu ton.
Berikutnya dan Kalimantan Selatan dengan nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya 4.500 ton (turun 82,3%)
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 25 Pulp dan Kertas Periode 2020-2025)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan nilai ekspor SITC kode 79 alat pengangkutan lainnya jumlah tertinggi:
- Papua Barat 120 ribu ton
- Bali 48.270 ton
- Kalimantan Selatan 4.500 ton