Tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa pada 2024 tumbuh sebesar 57,66% (yoy), tertinggi dalam satu tahun terakhir terakhir. Adapun dalam satu tahun terakhir, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa tercatat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar nan%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Selatan 2018 - 2024)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa seluruh Indonesia pada 2024 mencapai 482,08%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta tercatat dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa terbanyak, yaitu 30,17%. Tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa di DKI Jakarta saat ini setara dengan 6,26% dari total seluruh provinsi. DI Yogyakarta berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa di provinsi ini tumbuh 22,63%. Periode yang sama tahun sebelumnya tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa di provinsi ini tercatat 19,26%.
Selanjutnya, Kep. Bangka Belitung dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa 23,08% (naik 14,55%), Banten dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa 22,69% (naik 19,02%) dan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa di Jawa Barat naik 19,89% menjadi 22,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Volume Ekspor Mesin Industri dan Perlengkapannya Provinsi Kalimantan Utara Desember 2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan tujuan mengakses internet penduduk desa dan kota pembelian barang dan jasa tertinggi pada 2024:
- DKI Jakarta 30,17 %
- DI Yogyakarta 23,62 %
- Kep. Bangka Belitung 23,08 %
- Banten 22,69 %
- Jawa Barat 22,35 %
- Kep. Riau 20,63 %
- Bali 18,47 %
- Jawa Tengah 16,98 %
- Kalimantan Selatan 16,8 %
- Kalimantan Timur 16,62 %