Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Nusa Tenggara Barat tahun 2025 mencapai 1.402.118 Rupiah. Dari total nilai ini, 762.911 Rupiah dialokasikan untuk kebutuhan makanan, sedangkan 639.207 Rupiah digunakan untuk pengeluaran bukan makanan. Secara persentase, 54,41% dari total pengeluaran masyarakat dihabiskan untuk makanan, dan sisanya 45,59% untuk kategori bukan makanan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara | 2007 - 2025)
Sepanjang 15 tahun data tercatat, pengeluaran per kapita Nusa Tenggara Barat menunjukkan kenaikan berkelanjutan dengan fluktuasi yang hanya berupa penurunan sedikit sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2022 dan 2024 untuk kategori bukan makanan. Kenaikan tertinggi total pengeluaran terjadi pada tahun 2025, dengan penambahan nilai 124.979 Rupiah dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran 2025 tumbuh 9,2% lebih tinggi, dan 21,7% lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir.
Untuk urutan persentase konsumsi makanan skala nasional tahun 2025, Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 6 dari seluruh provinsi di Indonesia. Sementara itu urutan persentase konsumsi bukan makanan menempati peringkat 33, yang menunjukkan masyarakat provinsi ini masih mengalokasikan porsi pengeluaran yang jauh lebih besar untuk pemenuhan kebutuhan pangan dibandingkan sebagian besar wilayah lain di tanah air.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Langsa | 2025)
Pada kategori ranking kawasan pulau Nusa Tenggara dan Bali, posisi Nusa Tenggara Barat tetap konsisten berada di urutan kedua selama 15 tahun berturut-turut sampai tahun 2025, tidak ada perubahan kenaikan maupun penurunan peringkat sepanjang periode pengamatan. Untuk ranking nilai pengeluaran makanan tahun 2025 juga berada di urutan kedua, sama halnya dengan ranking pengeluaran bukan makanan yang juga tetap di posisi kedua pada kawasan pulau yang sama.
Tidak ditemukan anomali nilai sepanjang 10 tahun terakhir, seluruh pergerakan nilai pengeluaran selalu mengikuti pola pertumbuhan tahunan yang teratur. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat tiga tahun terakhir menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan periode lima tahun sebelumnya, dengan laju kenaikan rata-rata tahunan yang tercatat 1,8 poin persen lebih tinggi dibandingkan periode sebelum tahun 2021.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.044 | +0.26 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Agu) | 3,53 | -6.37 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Agu) | 23,06 | -11.63 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |