Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Barat 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kalimantan Barat mencapai 1.388.077 Rupiah. Dari total nilai tersebut, pengeluaran untuk kategori makanan tercatat sebesar 735.785 Rupiah, sedangkan untuk kategori bukan makanan mencapai 652.292 Rupiah. Secara historis selama 14 tahun terakhir, nilai total pengeluaran masyarakat ini terus mengalami kenaikan konsisten, hanya terjadi sedikit penurunan pada tahun 2015 dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: BPS: Inflasi Yoy Kabupaten Jayawijaya pada Mei 2026 Sebesar 1,51%)
Berdasarkan perbandingan persentase, pada tahun 2024 porsi pengeluaran makanan mencapai 53,01% dari total pengeluaran, sementara porsi pengeluaran bukan makanan menempati 46,99% sisanya. Nilai ini menunjukkan masyarakat Kalimantan Barat masih mengalokasikan lebih dari separuh pengeluaran bulanan untuk kebutuhan pangan. Jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, total pengeluaran 2024 mengalami kenaikan sebesar 4,94%, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 16,12%. Pertumbuhan pengeluaran dalam lima tahun terakhir tercatat lebih baik dibanding periode tiga tahun terakhir.
Sepanjang periode pengamatan, kenaikan tertinggi total pengeluaran per kapita terjadi pada tahun 2023 dengan peningkatan 9,16% dari tahun sebelumnya, sedangkan titik terendah pertumbuhan tercatat pada tahun 2015 yang mengalami sedikit penurunan sebesar 0,47%. Tidak ditemukan anomali nilai yang menyimpang jauh dari pola pertumbuhan umum selama 10 tahun terakhir data diamati. Secara peringkat di wilayah Pulau Kalimantan, posisi Kalimantan Barat tetap berada di urutan 5 sejak tahun 2015 hingga 2024, tidak ada perubahan peringkat dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Jawa Barat Catatkan Bi Total Kredit Perbankan Tertinggi)
Untuk urutan persentase konsumsi makanan skala nasional tahun 2024, Kalimantan Barat menempati urutan ke 10 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya terdapat 9 provinsi lain di Indonesia yang memiliki porsi pengeluaran makanan lebih besar dibanding Kalimantan Barat. Sementara untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan tahun 2024, Kalimantan Barat menempati urutan 29 secara nasional, yang menunjukkan porsi pengeluaran non pangan provinsi ini relatif lebih kecil dibanding mayoritas provinsi lain di Indonesia.
Secara terperinci peringkat nilai pengeluaran makanan tahun 2024 di Pulau Kalimantan menempati urutan 5, sama halnya dengan peringkat nilai pengeluaran bukan makanan yang juga bertahan di urutan 5. Fluktuatif yang terjadi pada nilai persentase pengeluaran selama 14 tahun terakhir hanya bergerak pada rentang 51,65% sampai 57,33% untuk kategori makanan, tanpa ada pergeseran pola yang mengubah struktur pengeluaran masyarakat secara mendasar.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.835 | +0.57 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |