Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk tahun 2025, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Jawa Barat mencapai 1.724.367 Rupiah. Angka ini naik secara berkelanjutan selama 15 tahun berturut-turut tanpa pernah mengalami penurunan tunggal sejak tahun 2011. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran total masyarakat mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 13,8 persen. Pertumbuhan pengeluaran periode tiga tahun terakhir menunjukkan akselerasi yang lebih baik dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Salatiga | 2024)
Untuk tahun 2025, pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori makanan tercatat sebesar 832.486 Rupiah, sedangkan untuk kategori bukan makanan mencapai 891.881 Rupiah. Dari total pengeluaran masyarakat, 48,28 persen dialokasikan untuk kebutuhan makanan, dan sisanya sebesar 51,72 persen digunakan untuk kebutuhan bukan makanan. Kenaikan tertinggi pengeluaran total masyarakat terjadi pada tahun 2017, sementara kenaikan terendah tercatat pada tahun 2012 sepanjang periode pengamatan 10 tahun terakhir.
Sepanjang 15 tahun pengamatan, pola pengeluaran masyarakat Jawa Barat menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan bagian pengeluaran bukan makanan terus bertambah secara bertahap. Fluktuasi yang dimaksud terlihat pada pergerakan persentase makanan yang sempat naik hingga 52,34 persen pada tahun 2012, lalu bergerak naik turun pada rentang 47 hingga 52 persen hingga posisi 2025. Tidak ditemukan anomali penurunan nilai absolut pengeluaran dalam seluruh periode data 10 tahun terakhir.
(Baca: 0,6% Penduduk di Kalimantan Selatan Beragama Hindu)
Pada tahun 2025, persentase konsumsi makanan Jawa Barat berada pada urutan 31 dari seluruh provinsi di Indonesia. Artinya Jawa Barat menjadi provinsi dengan porsi pengeluaran makanan terendah urutan pertama secara nasional. Sementara untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, Jawa Barat berada pada peringkat 8 nasional, tidak berubah dibandingkan posisi tahun 2024.
Berdasarkan ranking di lingkup Pulau Jawa, posisi Jawa Barat tetap berada di urutan 4 untuk total pengeluaran per kapita, tidak berubah sejak 10 tahun terakhir. Untuk kategori pengeluaran makanan, Jawa Barat konsisten berada di peringkat 3 Pulau Jawa selama 15 tahun berturut-turut, sedangkan untuk kategori bukan makanan pada 2025 berhasil naik satu peringkat menjadi urutan 3 Pulau Jawa, untuk pertama kalinya sepanjang periode data.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.701 | +0.13 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |