Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pengeluaran per kapita masyarakat Provinsi Papua Selatan tahun 2024. Rata-rata setiap warga di wilayah ini mengeluarkan total Rp 1.427.090 per bulan untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Dari nilai total tersebut, bagian terbesar dialokasikan untuk kebutuhan makanan sebesar Rp 749.474 per bulan, sedangkan sisanya sebesar Rp 677.616 per bulan digunakan untuk kebutuhan bukan makanan.
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Ketapang Mei 2026 2,22%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Berdasarkan komposisi persentase, pengeluaran makanan mendominasi 52,52% dari seluruh pengeluaran bulanan masyarakat, sementara kebutuhan bukan makanan menyumbang 47,48% dari total pengeluaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh penghasilan bulanan warga Papua Selatan masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan sebelum dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.
Jika dibandingkan dengan seluruh provinsi di Indonesia tahun 2024, Papua Selatan berada di urutan ke-13 nasional untuk persentase pengeluaran konsumsi makanan. Sebaliknya untuk persentase pengeluaran bukan makanan, provinsi ini menempati urutan ke-26 dari seluruh provinsi yang tercatat. Posisi ini mengkonfirmasi pola konsumsi wilayah timur Indonesia yang masih didominasi belanja pangan.
(Baca: Statistik Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Berdasarkan peringkat di tingkat Pulau Papua, Papua Selatan menempati urutan ke-6 secara keseluruhan untuk total pengeluaran per kapita. Khusus untuk nilai pengeluaran makanan per kapita provinsi ini juga berada di peringkat ke-6, sedangkan untuk nilai pengeluaran bukan makanan berhasil menempati posisi ke-4 di seluruh wilayah Pulau Papua. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Sepanjang periode pencatatan 10 tahun terakhir, data menunjukkan kenaikan pengeluaran per kapita secara konsisten setiap tahun, dengan kenaikan tertinggi tercatat pada semester kedua tahun 2024. Tidak ditemukan anomali penurunan pada seluruh periode catatan, seluruh kategori pengeluaran menunjukkan pertumbuhan stabil yang lebih baik dibandingkan rata-rata tiga dan lima tahun terakhir.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Related Data
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.975 | -0.16 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |